Berita Jakarta

Pemkot Jakarta Selatan Gerakan Program Magrib Mengaji Supaya Tak Ketergantungan Gadget

Lurah Pesanggrahan Saryati menilai, harus ada gerakan positif yang mampu menjadi penyeimbang aktivitas anak-anak dan remaja tersebut.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Dian Anditya Mutiara
Warta Kota/Adhy Kelana
Para santri belajar memaknai Kitab Kuning saat mengaji 'Kilatan Kitab' di Pondok Pesantren Almiizan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (21/5). 

Di jaman sekarang, anak-anak dam remaja banyak yang sudah melek gadget.

Bahkan sebagian lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain game atau sibuk dengan aplikasi-aplikasi hiburan.

Lurah Pesanggrahan Saryati menilai, harus ada gerakan positif yang mampu menjadi penyeimbang aktivitas anak-anak dan remaja tersebut.

Ia pun bangga ketika kegiatan program magrib mengaji yang rutin dilakukan di wilayahnya turut diikuti oleh banyak anak-anak dan remaja setempat.

"Maghrib mengaji sebagai salah satu kegiatan dalam membentuk karakter anak-anak. Mereka yang sebelumnya bermain atau nongkrong saat jam shalat, diarahkan untuk ikut dalam kegiatan positif ini," ujar Saryati di Kantor Lurah Pesanggrahan, Kamis (4/7/2019)

Hidupkan Tradisi Keagamaan, Pemprov Buat Gerakan Magrib Mengaji

Kelurahan Pesanggrahan setiap pekan sekali menggelar program magrib mengaji yang sebelumnya digagas oleh Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali.

Program Maghrib Mengaji di wilayahnya berjalan dengan baik berkat sinergitas antar pihak yakni RT, RW, LMK, FKDM, dan juga pihak kelurahan.

Saryati menjelaskan, dalam pelaksanaannya, pihak kelurahan merilis jadwal yang dikeluarkan terkait dengan tempat pelaksanaan Maghrib Mengaji.

Ustadz Abdul Somad 6 Bulan di Sudan Teruskan Studi S3, Begini Pesannya Sebelum Berangkat

Hal ini dilakukan, agar setiap wilayah bisa melaksanakan program itu secara bergantian.

"Satu minggu sekali di tempat yang berbeda. Misalnya minggu pertama di RW 01, dan seterusnya. Jadi semua tempat di Kelurahan Pesanggrahan melaksanakan Maghrib Mengaji," terangnya.

Meskipun begitu, kata Saryati, dalam pelaksanaannya, Maghrib Mengaji kerap dilakukan tidak hanya mengikuti jadwal saja.

Masyarakat sering melaksanakan kegiatan Maghrib Mengaji, meskipun di wilayahnya belum ataupun telah mendapatkan jadwal yang dikeluarkan.

"Jadi tidak terpaku dengan jadwal. Dari kelurahan mencanangkan seminggu sekali. Namun dalam pelaksanaanya, masyarakat dengan para tokoh agama menjalankan kegiatan itu secara rutin," terangnya.

Viral Jambret Naik Motor Tarik Kalung Ibu, Polisi Ajak KPAI untuk Jatuhkan Pasal Hukumannya

Program Mahgrib Mengaji digagas oleh Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved