Atletik

Pelatih Pelatnas Atletik Merasa Dirugikan karena Tergusur dari Stadion Madya ke SUGBK

Pelatnas atletik yang beberapa tahun ini berlatih di Stadion Madya harus berpindah tempat ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Pelatih Pelatnas Atletik Merasa Dirugikan karena Tergusur dari Stadion Madya ke SUGBK
Wartakotalive.com/Gisesya Ranggawari
Pelatnas atletik saat berlatih di track lari Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis (4/7/2019). 

Bhayangkara FC akan menggunakan Stadion Madya, Senayan, sebagai kandang mereka di ajang Liga 1 2019  setelah Stadion PTIK sedang mengalami renovasi.

Imbasnya, pelatnas atletik yang beberapa tahun ini berlatih di Stadion Madya harus tergusur dan berpindah tempat ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) , Senayan.

Dengan perpindahan tempat ini, pelatih lari jarak pendek PB PASI, Eni Nuraeni merasa dirugikan lantaran tidak adanya fasilitas yang tetap bagi pelatnas atletik.

Menurut Eni Nuraeni akan menjadi serba repot  bila ruangan milik pelatnas atletik berada di Stadion Madya namun harus berlatih di SUGBK.

"Ya merasa dirugikan-lah jelas. Kita dituntut untuk prestasi bagus tapi fasilitasnya tidak disediakan, tentu saja dirugikan," kata Eni kepada Warta Kota, Kamis (4/7/2019) di SUGBK.

"Ya sedikit repot ya latihan di SUGBK karena peralatan kita di Stadion Madya semua. Harus bawa startblock dan segala macam jadi repot," sambung pelatih atletik terbaik Asia 2019 itu.

Pelatnas Atletik Tergusur dari Stadion Madya karena Pertandingan Liga 1, Ini Komentar Zohri

Lawan Persib, Kapten Persebaya Minta Timnya Tidak Bikin Kesalahan yang Sama, Kebobolan di Menit Awal

Sedang Berlangsung Live Streaming Madura United Vs PSM Makassar 1-0, Gol Bunuh Diri Beny Wahyudi

Lebih lanjut Eni mengakui bahwa ada beberapa atletnya juga yang mengeluh lantaran fasilitas yang berbeda ini.

Namun menurutnya, sisi positifnya para atlet atletik bisa terbiasa dengan venue atau tempat yang megah dan besar seperti di SUGBK.

"Memang feelnya beda pasti antara Madya dan GBK. Tapi kalau itu nggak apa-apa, biar para atlet juga dibiasakan lari di stadion yang besar," jelas Eni lagi.

"Atlet ada juga yang mengeluh sih tapi ya dinikmatin saja. Kalau di GBK ya suasana saja yang beda," imbuh pelatih 72 tahun itu.

Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Murtopo
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved