PPDB

Masih Ada 648 Kursi Kosong SMPN Kota Bekasi, Pendaftaran Tahap Ke-2 Gunakan Jalur Zonasi Radius

Masih Ada 648 Kursi Kosong SMPN Kota Bekasi, Pendaftaran Tahap Ke-2 Gunakan Jalur Zonasi Radius. Pendaftaran Tahap Kedua Mulai Senin Pekan Depan.

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMPN tahap pertama di Kota Bekasi telah ditutup pada Rabu (4/7/2019).

Tercatat ada 648 kursi kosong yang bakal diperebutkan pada tahap kedua pendaftaran mulai Senin (8/7/2019) sampai Selasa (9/7/2019).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan pada pendaftaran tahap kedua Disdik mengubah metode penerimaan calon siswa.

Disdik akan menerapkan sistem penerimaan lewat jalur zonasi radius murni.

Dengan demikian calon peserta didik yang namanya sempat tersingkir di sekolah pilihan pertama bisa mencoba kembali di sekolah tujuannya.

"Bagi murid yang tidak lolos di sekolah pilihan pertama kan, dialihkan ke sekolah pilihan kedua. Nanti saat pendaftaran tahap kedua, mereka bisa saja kembali mengikuti pilihan sekolah pertama tanpa menggugurkan namanya di sekolah pilihan kedua," kata Inayatullah.

Inayatullah mengatakan, kuota kursi di 56 SMPN di Kota Bekasi mencapai 14.534 orang.

Sejak pendaftaran dibuka selama tiga hari mulai Senin (1/7/2019) sampai Rabu (3/7/2019) tercatat ada 13.886 murid yang telah diterima di 56 SMPN di Kota Bekasi.

"Calon murid yang sudah diterima di sekolah tujuannya pada pendaftaran tahap pertama, sudah bisa melakukan daftar ulang pada Jumat (5/7/2019) dan Sabtu (6/7/2019)," kata Inayatullah pada Kamis (4/7/2019).

Inayatullah menjelaskan, Pemerintah Kota Bekasi membuka enam jalur PPDB jenjang SMPN dengan rincian jalur Radius, Afirmasi, Hafiz Quran, Perpindahan Orangtua, Prestasi Akademik dan Non Akadamik, dan Prestasi Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN).

Dari enam jalur itu, yang paling banyak kursi kosong adalah jalur Perpindahan Orangtua mencapai 229 orang, dari kuota 269 orang. Kemudian disusul jalur afirmasi yang menyisakan 178 kursi kosong dari alokasi awal 1.424 kursi.

"Sebenarnya pendaftar jalur afirmasi cukup banyak, yakni mencapai 1.486 orang. Namun hanya 1.246 orang yang diterima di sekolah tujuannya, sisanya gagal.

Dan dalam waktu bersamaan ada sejumlah sekolah yang tidak terpenuhi kuota jalur afirmasinya sehingga saat ditotal, kursi kosong jalur afirmasi ini mencapai 178 kursi," katanya.

Sama halnya dengan jalur afirmasi, jalur prestasi nonakademik pun menyisakan 46 kursi kosong. Meski tersedia 130 kursi, tapi pendaftarnya hanya 99 orang.

Pendaftar itu pun tak semuanya diterima, karena bersaing dengan pendaftar lain dengan sekolah tujuan yang sama. Hanya 84 orang pendaftar yang diterima dan sisanya dinyatakan gagal.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved