Kesepian Ditinggal Mati Istri, Kakek 71 Tahun Cabuli Anak Angkatnya Hingga Hamil dan Meninggal

“Jadi mereka tetanggaan sejak 2014, lalu Juli 2017 diserahkan ke pelaku oleh ibunya karena kerja ke luar negeri.

Kesepian Ditinggal Mati Istri, Kakek 71 Tahun Cabuli Anak Angkatnya Hingga Hamil dan Meninggal
Warta Kota/Muhammad Azzam
Polres Metro Bekasi Kota rilis kasus pencabulan kakek berusia 71 tahun berinsial HS yang melakukan tindakan cabul terhadap anak angkatnya hingga hamil. Rilis dilakukan di Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (4/7/2019). 

Mengaku kesepian, seorang kakek berusia 71 tahun berinisial HS tega mencabuli seorang gadis remaja (ABG) yang tak lain anak angkatnya hingga hamil.

Tragisnya, bayi yang dikandung korban berinisial EPJ (15) meninggal dunia dalam kandungan. Selang tiga hari kemudian, kondisi EPJ melemah hingga dia meninggal juga.

Kasus ini ditangani pihak Polrestro Bekasi Kota setelah menerima pengaduan warga yang curiga dengan kematian EPJ dan bayinya.

HS ditangkap dan digiring ke Mapolrestro Bekasi Kota. Saat pengungkapan kasus di halaman Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (4/7/2019), HS terus menundukan kepalanya.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Imron Ermawan, mengatakan, HS ditangkap pada Rabu (3/7) dini hari atas laporan warga yang curiga akan kematian korban.

“Ketika itu ada salah seorang warga curiga dengan penyebab kematian anak angkatnya itu. Pelaku bilang pendarahan, ada keanehan lalu lapor ke polisi,” kata Imron kepada Wartakotalive.com.

Dari situlah, perbuatan cabul HS terungkap. Ternyata anak yang dikandung korban merupakan ulah dari kakek tersebut yang juga ayah angkatnya.

Ketika itu pada 30 Juni 2019, korban EPJ dibawa ke rumah sakit di daerah Rawalumbu dikarenakan mengalami sakit pada perutnya.

Saat ditangani di rumah sakit, ternyata anak dalam kandungan korban meninggal karena lahir dalam kondisi prematur sekitar usia 5-6 bulan.

“Ibunya (korban) masih tidak apa-apa, tapi bayinya meninggal. Lalu pelaku kubur bayi itu dalam pot di lantai dua rumah pelaku,” jelas Imron.

Kemudian korban sempat dibawa pulang ke rumah. Namun kondisinya melemah dan pada Selasa 2 Juli pukul 16.00 WIB korban dibawa kembali ke rumah sakit dan akhirnya meninggal.

“Saat ditanya penyebab kematian EPJ, pelaku gelagapan dan hanya menjawab pendarahan. Dari situ warga curiga dan dilaporkan dan kami tangkap,” ujarnya.

HS mengaku mengurus korban atau menjadi ayah angkat sejak korban masih Sekolah Dasar (SD) dikarenakan orangtua korban pergi kerja ke luar daerah.

“Jadi mereka tetanggaan sejak tahun 2014, lalu Juli 2017 diserahkan ke pelaku oleh ibunya karena kerja ke luar negeri. Ayah korban juga sudah lama meninggalkannya,” tutur Imron.

Persetubuhan sudah dilakukan mulai Desember 2018 hingga 30 Juni 2019 atau saat hamil. Pelaku hanya tinggal seorang diri di rumahnya karena istrinya telah lama meninggal.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved