Terkait Kisruh PPDB, Pejabat Disdik Jawa Barat Dicopot Kini Dimutasi Untuk Mengurusi Laut dan Ikan

“Jabatan itu amanah dan setiap aparatur sipil negara harus siap kapan saja ditugaskan, karena aparatur sipil negara (ASN) memang harus seperti itu

Terkait Kisruh PPDB, Pejabat Disdik Jawa Barat Dicopot Kini Dimutasi Untuk Mengurusi Laut dan Ikan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil alias Kang Emil saat memberi ucapan selamat kepada Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, sambil membungkukkan badannya. 

Kisruh proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi tingkat SMA/SMK Negeri di Kota Depok berimbas pada dicopotnya pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Pro­vinsi Jawa Barat mencopot Dadang Ruchyat dari jabatan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan PPDB tingkat SMA/SMK Negeri di Kota Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor.

Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, memutasi Dadang ke dalam jabatan baru sebagai Kepala UPTD Pengujian dan Penerapan Mutu Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan.

Sebagai gantinya, Kang Emil mengangkat Aang Karyana, yang sebelumnya Kepala Seksi Pengelolaan Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, menjadi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jabar yang baru.

Tak cuma mencopot Dadang, Kang Emil juga turut memutasi 18 pejabat eselon III lainnya yang mengabdi di Dinas Pendidikan Provinsi Jabar.

Pelantikan para pejabat Dinas Pendidikan Provinsi Jabar dilakukan di Gedung Sate, Bandung, Jabar, Senin (1/7/2019) lalu.

Kang Emil mengatakan, pelantikan para pejabat eselon III itu sebagai upaya penyegaran jabatan agar tidak terjadi kejenuhan.

“Tiga pesan saya tetap soal integritas, profesional, dan melayani. Karena, sebagai aparatur sipil negara (ASN) sudah teken kontrak sejak awal tugasnya melayani,” tegas Emil seperti dikutip dari laman disdik.jabarprov.go id, Rabu (3/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

Dalam kesempatan terpisah, eks Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jabar, Dadang Ruchyat, mengaku siap untuk ditempatkan dimana saja.

“Jabatan itu amanah dan setiap aparatur sipil negara harus siap kapan saja ditugaskan, karena aparatur sipil negara (ASN) memang harus seperti itu,” ujar Dadang saat dihubungi, Rabu (3/7/2019).

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved