Berita Tangerang

Soroti Pungli di Sekolah, Komisii II DPRD Tangsel Bakal Panggil Kepala Disdikbud Taryono

Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan terkait kabar pungutan liar yang disuarakan oleh Rumini.

Soroti Pungli di Sekolah, Komisii II DPRD Tangsel Bakal Panggil Kepala Disdikbud Taryono
Wartakotalive.com/Zaki Ari Setiawan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Taryono di SMP Negeri 4 Tangerang Selatan, Pamulang, Senin (24/6/2019). 

Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Tangsel, Taryono terkait kabar pungutan liar yang disuarakan oleh guru honorer di SDN 02 Pondok Pucung, Rumini.

Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ahmad Syawqi menerangkan, pemanggilan itu akan di lakukan dua kali yakni hari ini, Rabu (3/7/2019) dan Sabtu (6/7/2019).

"Sebenarnya kita nggak manggil masalah pemecatan, jadi itu kan bukan ranah kita karena udah personal. Kita mau tanya masalah penggunaan anggaran dan terkait pungli ini, ini yang kita soroti," ungkap Syawqi kepada wartawan.

Permasalahan pungutan liar (pungli) di lingkup sekolah, kata Syawqi, sudah pernah didengar oleh DPRD.

Akan tetapi, baru kali ini terdapat alat bukti yang menguatkan hal itu.

Oleh karena itu, Komisi II DPRD Tangsel memanggil Taryono untuk dimintai keterangannya.

 Aktris Cantik Ini Dikecam Sekaligus Dipuji karena Keluar dari Akting Demi Agamanya

 KASUS IKAN ASIN, Hotman Bongkar Alasan Mati-matian Bela Fairuz, Ada Cerita Berkesan 5 Th Lalu

 Jokowi Sebut Akan Ada Menteri Berusia 25 - 30 Tahun, Kandidat Kuatnya Mantan Anak Buah Ahok BTP

 

"Makanya kita perlu cover both side juga, maksudnya minta keterangannya, kalau masalah ini kita udah denger sebenernya kalau kita mau nyorotin ini kan dari tahun lalu komisi dua sudah terima banyak aduan masalah ini. Cuma masalah penyerahan alat bukti baru ini makanya kita mau dengar langsung dari dikbudnya," ungkap Syawqi.

Pasalnya, pengajuan anggaran pendidikan melibatkan DPRD setempat.

Syawqi mengaku sudah bertanya berkali-kali ke dinas untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.

"Kalau dasarnya sekolah melakukan pungutan baik itu di oke-in oleh orangtua murid, komite, tapi dasarnya karena belum dianggarkan itu yang salah sebenarnya," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved