Kabar Artis

SIMAK! Pakar Ini Ungkap Ada Penyakit Berbahaya Diderita Barbie Kumalasari dan Galih Ginanjar

Kondisi kejiwaan pelaku panjat sosial atau pansos Galih Ginanjar dan Barbie Kumalasari yang libatkan Fairuz A Rafiq diungkap pakarnya.

SIMAK! Pakar Ini Ungkap Ada Penyakit Berbahaya Diderita Barbie Kumalasari dan Galih Ginanjar
Luthfi Khairul Fikri
Pasangan selebritas Barbie Kumalasari dan Galih Ginanjar ketika ditemui setelah syuting di TransTV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Parapatan, Jakarta Selatan, Jumay (28/6/2019). 

Banyak hal yang mempengaruhi seseorang menjadi social climber, di antaranya karena gengsi yang cukup tinggi.

Mereka akan bergaul dengan orang-orang yang berstatus sosial lebih tinggi darinya, maka secara tidak langsung status sosialnya pun akan naik pula.

Acara televisi juga dianggap mempengaruhi mindset seseorang karena ingin seperti artis yang mempunyai barang-barang mewah, hidup glamour, dan berpergian ke luar negri.

"Sosial climber dinyatakan berbahaya saat mereka melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hal yang diinginkan, bahkan bisa sampai merusak citra dirinya dengan melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan," ungkap Niza.

Nah, apakah ini penyakit kejiwaan?

Social climber belum dinyatakan sebagai penyakit, hanya sebagai fenomena karena terpengaruh dengan semakin maraknya media sosial yang menampilkan tren foto-foto gaya hidup glamour.

Jika fenomena social climber ini tidak diubah, maka lama kelamaan akan berdampak pada kejiwaan, akhirnya mengganggu dan menjadi penyakit kejiwaan.

So guys, hati-hati dengan gaya hidup ya! Jangan demi tampil glamour dan hidup seperti sosialita, kamu melakukan berbagai cara, termasuk terjerumus pada dunia prostitusi terselubung atau dunia hitam.

Menjadi diri kamu sendiri akan menjadi lebih baik dalam menjalani hidup ini.

Tips Terhindar dari Social Climber

1. Ubah Mind Set

Seseorang akan mendapatkan pengakuan sosial karena usaha atau kerja keras yang diraih, prestasi yang didapat karena hasil jerih payah sendiri.

Pengakuan sosial itu bukan karna mendompleng seseorang karena bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

2. Nilai Agama

Perlunya menanamkan nilai agama sejak dini, terutama kepada para Mellenials.

Sikap pamer atau menunjukkan sesuatu secara berlebihan tidaklah dianjurkan oleh ajaran agama apapun.

Begitu pula dengan menyombongkan diri sendiri yang memang dilarang dalam agama. (Banjarmasinpost.co.id/noor masrida)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul "Kondisi Kejiwaan Pelaku Pansos Seperti Galih Ginanjar dan Barbie Kumalasari Menurut Pakar, Bahaya?"

Editor: Panji Baskhara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved