Selasa, 21 April 2026

Jelang Olimpiade 2020

Rizky/Della dan Ketut/Tania Rebutkan Tiket Kedua Menuju Olimpiade

Hingga saat ini, Greysia/Apriyani memiliki peringkat dunia tertinggi yaitu di posisi 5 dunia, disusul Rizki/Della di peringkat 17 dunia.

PBSI
Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris 

Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, memberikan kesempatan pada tiga ganda putri untuk memperebutkan tiket Olimpiade Tokyo 2020.

Mereka adalah Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris dan Ni Ketut Mahadewi Istarani/Tania Oktaviani Kusumah.

Tiap negara hanya dapat mengirim maksimal dua pasangan ganda jika pasangan tersebut duduk di peringkat delapan besar dunia.

Hingga saat ini, Greysia/Apriyani memiliki peringkat dunia tertinggi yaitu di posisi 5 dunia, disusul Rizki/Della di peringkat 17 dunia, sedangkan Ketut/Tania baru saja dipasangkan.

"Untuk tiket kedua ke olimpiade, saya berikan kesempatan untuk Rizki/Della dan Ketut/Tania," ungkap Eng dilansir situs resmi PBSI.

Orang Dekat Sudah Curiga Pernikahan Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Bermasalah Sejak Lama

Polisi Akan Lanjutkan Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual yang Melibatkan Minwoo Shinwa

Agensi Bantah Ada Pelecehan Seksual yang Dilakukan Lee Min Woo

Sebelumnya, Rizki sempat dipasangkan dengan Ketut, sedangkan Della dengan Tania.

Namun berdasarkan hasil evaluasi, Eng akhirnya memutuskan Rizki kembali lagi berpasangan dengan Della, dan Ketut menggandeng Tania, pemain yang lebih muda.

"Kalau menilai hasil evaluasi, penampilan Rizki/Ketut tidak ada yang kurang dan tidak ada yang lebih dibanding Rizki/Della. Lihat dari bongkar pasang, setelah Della dicoba dengan Tania dan Virni (Putri), secara non teknis dan chemistry-nya tidak ada. Kalau Ketut, feel-nya lebih dapet, lebih baik membawa pemain junior," ucap Eng.

Meskipun baru dipasangkan, Eng menuturkan bahwa Ketut/Tania tetap akan diberikan kesempatan untuk bersaing dengan Rizki/Della maupun Greysia/Apriyani dalam perjalanan menuju olimpiade.

"Saya sudah komunikasikan dengan binpres (bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI), agar Ketut/Tania diberikan turnamen yang mereka bisa ikuti, kalau (peringkatnya) masuk, kami ikutkan," kata Eng yang ditemui di Pelatnas Cipayung.

Namun nama Ketut/Tania tak ada dalam daftar peserta Indonesia Open 2019.

Ketut/Tania akan bertanding di Rusia Open 2019 Super 100 yang jadwalnya bersamaan dengan Indonesia Open 2019.

"Ketut/Tania lebih berpeluang mendapat gelar di Rusia Open. Saya harap mereka  mendapatkan rasa percaya diri, feel dan poinnya bertambah. Sebetulnya dengan kualitas mereka, kalau ikut Indonesia Open dan misalnya kalah di babak awal, mereka tidak akan kalah mudah, tapi saya rasa untuk psikologis mereka yang baru dipasangkan akan lebih baik untuk ikut di Rusia Open dulu," papar Eng.

Eng Hian juga menjelaskan bahwa ia dan tim PBSI harus bisa memilih-milih level turnamen mana yang sebaiknya diikuti pemain.

Tidak hanya mengejar poin di turnamen level tinggi, tetapi dilihat pula peluang pemain untuk meraih gelar. 

Tapi dengan catatan, mereka pun juga harus dapat memenuhi target poin yang ingin dicapai jika ingin mengamankan tempat di olimpiade.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved