Breaking News:

Pengungsi Asal Afghanistan Pindah dari Kali Deres ke Jalan Kebon Sirih Naik Transjakarta

Ia bercerita, sebelum di Jalan Kebon Sirih, mereka sempat tinggal di depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kalideres Jakarta Barat.

Penulis: Anggie Lianda Putri | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Parisa salahsatu pengungsi asal Afghanistan di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat. 

Sebagian penduduk asal Afghanistan pencari tempat berlindung (suaka) kini berada diatas trotoar Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Dari pengakuannya, mereka mengungsi ke Indonesia untuk mendapat perlindungan akibat adanya perang di negara asalnya.

"Kami disini (Indonesia) berlindung, karena takut disana (Afghanistan) ada perang," ujar Parisa, salahsatu pengungsi, kepada Warta Kota, Rabu (3/7/2019).

Dari pantauan Warta Kota, mereka menggelar terpal untuk dijadikan alas duduk dan tidur. Tak sedikit juga ada anak kecil dan bayi.

Sejumlah Imigran pencari suaka terlihat berjajar didepan menara Ravindo, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2019). Mereka berasal dari Afghanistan, Pakistan, Somalia, dan Sudan.
Mereka datang ke depan Menara Ravindo yang juga diketahui merupakan kantor UNHCR. Mereka datang untuk meminta tempat tinggal sambil menunggu keputusan suaka. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah Imigran pencari suaka terlihat berjajar didepan menara Ravindo, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2019). Mereka berasal dari Afghanistan, Pakistan, Somalia, dan Sudan. Mereka datang ke depan Menara Ravindo yang juga diketahui merupakan kantor UNHCR. Mereka datang untuk meminta tempat tinggal sambil menunggu keputusan suaka. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha (Warta Kota)

Beberapa di antaranya membuka payung untuk menghalau panas, adapula yang berteduh dibawah pohon.

Parisa mengaku sudah di Indonesia sejak 1.5 tahun yang lalu, sebab dijanjikan mendapat kepastian berlindung oleh Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Namun sayangnya saat sudah sampai Indonesia bersama pengungsi lainnya, mereka tidak kunjung mendapat kabar.

Ia bercerita, sebelum di Jalan Kebon Sirih, mereka sempat tinggal di depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kalideres Jakarta Barat.

penduduk asal Afghanistan pencari tempat berlindung (suaka) kini berada diatas trotoar Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat.
penduduk asal Afghanistan pencari tempat berlindung (suaka) kini berada diatas trotoar Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat. (Warta Kota)

Namun karena sudah dilarang, akhirnya mereka memutuskan untuk tinggal di Jalan Kebon Sirihn tepatnya di atas trotoar depan Menara Ravindo.

"Sebenarnya disana ada rumah singgah, tapi pihak Imigrasi sudah menutup registrasi. Disana kami tidak punya rumah, tidak ada uang. Jadi kami ke sini, di sini juga tinggal di jalan. Sama saja," ungkap Parisa.

Ia mengaku mendapat informasi bahwa kantor UNHCR berada di Jalan Kebon Sirih, sehingga mereka menaiki Transjakarta agar sampai ditempat tujuan.

"Kami naik Transjakarta, kata orang-orang disini kantornya. Kami mau minta perlindungan. Kami mau minta tempat tinggal," kata Parisa.

Ia pun tidak mau apabila dikembalikan ke negara asal sebelum perang benar-benar berakhir.

"Kami hanya mau semuanya tidur nyenyak. Kami juga tidak mau pergi ke negara asal, kami mau tempat yang aman," kata Parisa. (M16)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved