Pengungsi Afghanistan Ogah Dipulangkan Sebelum Perang di Negara Mereka Selesai

"Kami tahu orang di Indonesia baik-baik. Makanya kami datang kesini dan ternyata benar," kata Abdul.

Pengungsi Afghanistan Ogah Dipulangkan Sebelum Perang di Negara Mereka Selesai
Warta Kota
salahsatu Imigran asal Afghanistan, Abdul Zabi di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat. 

Puluhan Imigran asal Afghanistan terlantar di atas Trotoar Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat.

Mereka datang ke Indonesia, tepatnya Jakarta untuk mencari tempat berlindung (suaka).

Dari pengakuan salahsatu Imigran, Abdul Zabi mereka terbang ke Jakarta karena ada perang di negara asalnya.

"Kami naik pesawat, datang ke Indonesia untuk berlindung. Karena di negara kami ada perang. Kami takut. Kami dapat info bahwa Indonesia tempat yang aman," ujar Abdul kepada Warta Kota, Rabu (3/7/2019).

Parisa salahsatu pengungsi asal Afghanistan di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat.
Parisa salahsatu pengungsi asal Afghanistan di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat. (Warta Kota)

Tak hanya itu, mereka juga dijanjikan mendapat kepastian berlindung oleh Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Namun sayangnya saat sampai, mereka tak terdaftar sehingga lontang-lantung di Jalan sekitar Ibu Kota.

Menurutnya, Warga Jakarta merespon kedatangan mereka dengan baik. Bahkan beberapa diantaranya membei makan dan pakaian.

"Kami tahu orang di Indonesia baik-baik. Makanya kami datang kesini dan ternyata benar," kata Abdul.

penduduk asal Afghanistan pencari tempat berlindung (suaka) kini berada diatas trotoar Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat.
penduduk asal Afghanistan pencari tempat berlindung (suaka) kini berada diatas trotoar Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat. (Warta Kota)

Sudah betah dan nyaman, mereka berharap Pemerintah memberikan tempat tinggal yang layak untuk berteduh.

Pasalnya diatas trotoar, mereka tidur hanya beralaskan kardus ataupun terpal.

"Kami hanya minta perumahan. Kami hanya ingin tempat tinggal yang baik untum tidur," ungkap Abdul.

Merekapun kekeh untuk tetap tinggal di Indonesia meskipun harus tidur tanpa atap rumah.

"Kami enggak mau dipulangkan. Kami takut masih perang disana. Kami mau tetap di Indonesia. Semua orang baik dan aman," ungkap Abdul.

Sementara untuk mandi, mereka menumpang di Masjid sekitar. Makan dan minum pun dari belas kasihan orang sekitar. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved