Selasa, 28 April 2026

Ngabalin Minta Oposisi Tidak Lagi Gunakan Kritik Berbasis Politik Identitas

Ali Mochtar Ngabalin mengingatkan oposisi untuk menyiapkan narasi-narasi kritik yang konstruktif. Ia berharap tidak lagi ada isu politik identitas

Penulis: Desy Selviany |
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin di Grand Zury BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (14/12/2018). 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang kritik yang sebesar-besarnya jika beberapa partai memutuskan menjadi oposisi.

Namun, Presiden menginginkan kritik kali ini bukan lagi kritik yang menggoreng politik identitas.

Hal tersebut diucapkan  oleh Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.

Sedang Berlangsung Live Streaming Persija Jakarta Vs PSS Sleman, Ini Cuplikan Gol Marko Simic

VIDEO: Polres Depok Gelar Pra Rekonstruksi Pembunuhan Purnawirawan TNI

Sambut Kurban, BAZNAS Ajak Masyarakat Kurban Berdayakan Desa

Dalam acara Sapa Indonesia Pagi, Ngabalin mengungkapkan jika sedari awal saat ia masih berada di sisi kubu Prabowo dalam Koalisi Merah Putih ia meminta koalisi tersebut membangun kritik-kritik yang konstruktif.

“Kalau anda menjadi oposisi, anda harus konstruktif memberikan pembelajaran kepada masy Indonesia, kita bukan malaikat,” kata Ngabalin dalam tayangan Youtube Kompas Tv pada Rabu (3/7/2019).

Pun kata Ngabalin, di periode kali ini Presiden Jokowi juga membebaskan siapapun untuk mengkritisi pemerintahannya. Tetapi dengan satu catatan, yakni bukan dengan membangun narasi-narasi kebencian.

“Karena itu boleh mengontrol tapi narasi dan diksi anda tidak mencaci maki, tidak menghujat maka kita bangun ini bangsa dengan benar,” ungkap Ngabalin.

Oleh karenanya kata Ngabalin, untuk bisa mewujudkan hal tersebut dibutuhkan oposisi yang cerdas yang dapat membangun narasi kebangsaan.

VIDEO: Jakmania dan Slemania Adu Chants di Laga Persija Jakarta vs PSS Sleman Stadion Patriot

Manajer Akui Vanessa Angel dan Ayahnya Tidak Akur, Siapa yang Enggan Saling Bertemu?

Usai Keluar Penjara, Vanessa Angel Tampil Manis Berhijab Minta Didoakan Dapat Jodoh

“Saya paham itu karena kita juga beramal, orang lain juga ingin masuk surga bukan kita saja yang masuk surga bung, pikiran ini yang harus dibangun orang-orang pintar,” jelas Ngabalin.

Oleh karena itu kata Ngabalin, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) oposisi untuk menciptakan kritik-kritik yang bermanfaat.

“Bangsa ini punya pengalaman-pengalaman dahsyat, pesannya kita punya ketulusan atau tidak, untuk bisa menakar orang lain sambil kita tidak menciderai orang lain,” ujarnya.

Bukan hanya untuk hari ini, kritik yang konstruktif juga kata Ngabalin bisa ditinggalkan untuk generasi selanjutnya.

“Jangan lagi orang gunakan lagi politik identitas ini harus dibubarkan, karena kita butuh pendidikan bagi generasi yang akan datang,” tandasnya.

Ini Daftar Nama 20 Pemain yang Dibawa ke Surabaya Hadapi Bigmatch Lawan Persebaya Jumat (5/7)

Setelah Sukses, Pelaku Jual Motor Hasil Curian Rp2 Juta per Unit

VIDEO: Manajer Sebut Memang Ada Ketidak Harmonisan Vanessa Angel dengan Ayahnya

Sebelumnya Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera juga mengungkapkan jika partainya kembali mengambil posisi oposisi di pemerintahan ke 2 Jokowi.

Namun ia memastikan untuk kali ini partainya akan memberikan kritik-kritik yang konstruktif. Ia pun mengaku sudah menyiapkan dua amunisi untuk mengkritik pemerintahan Jokowi.

Yakni persoalan ekonomi yang stagnan jalan di tempat dan soal pelemahan KPK.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved