Ngabalin Minta Oposisi Tidak Lagi Gunakan Kritik Berbasis Politik Identitas
Ali Mochtar Ngabalin mengingatkan oposisi untuk menyiapkan narasi-narasi kritik yang konstruktif. Ia berharap tidak lagi ada isu politik identitas
Penulis: Desy Selviany |
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang kritik yang sebesar-besarnya jika beberapa partai memutuskan menjadi oposisi.
Namun, Presiden menginginkan kritik kali ini bukan lagi kritik yang menggoreng politik identitas.
Hal tersebut diucapkan oleh Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.
• Sedang Berlangsung Live Streaming Persija Jakarta Vs PSS Sleman, Ini Cuplikan Gol Marko Simic
• VIDEO: Polres Depok Gelar Pra Rekonstruksi Pembunuhan Purnawirawan TNI
• Sambut Kurban, BAZNAS Ajak Masyarakat Kurban Berdayakan Desa
Dalam acara Sapa Indonesia Pagi, Ngabalin mengungkapkan jika sedari awal saat ia masih berada di sisi kubu Prabowo dalam Koalisi Merah Putih ia meminta koalisi tersebut membangun kritik-kritik yang konstruktif.
“Kalau anda menjadi oposisi, anda harus konstruktif memberikan pembelajaran kepada masy Indonesia, kita bukan malaikat,” kata Ngabalin dalam tayangan Youtube Kompas Tv pada Rabu (3/7/2019).
Pun kata Ngabalin, di periode kali ini Presiden Jokowi juga membebaskan siapapun untuk mengkritisi pemerintahannya. Tetapi dengan satu catatan, yakni bukan dengan membangun narasi-narasi kebencian.
“Karena itu boleh mengontrol tapi narasi dan diksi anda tidak mencaci maki, tidak menghujat maka kita bangun ini bangsa dengan benar,” ungkap Ngabalin.
Oleh karenanya kata Ngabalin, untuk bisa mewujudkan hal tersebut dibutuhkan oposisi yang cerdas yang dapat membangun narasi kebangsaan.
• VIDEO: Jakmania dan Slemania Adu Chants di Laga Persija Jakarta vs PSS Sleman Stadion Patriot
• Manajer Akui Vanessa Angel dan Ayahnya Tidak Akur, Siapa yang Enggan Saling Bertemu?
• Usai Keluar Penjara, Vanessa Angel Tampil Manis Berhijab Minta Didoakan Dapat Jodoh
“Saya paham itu karena kita juga beramal, orang lain juga ingin masuk surga bukan kita saja yang masuk surga bung, pikiran ini yang harus dibangun orang-orang pintar,” jelas Ngabalin.
Oleh karena itu kata Ngabalin, menjadi Pekerjaan Rumah (PR) oposisi untuk menciptakan kritik-kritik yang bermanfaat.
“Bangsa ini punya pengalaman-pengalaman dahsyat, pesannya kita punya ketulusan atau tidak, untuk bisa menakar orang lain sambil kita tidak menciderai orang lain,” ujarnya.
Bukan hanya untuk hari ini, kritik yang konstruktif juga kata Ngabalin bisa ditinggalkan untuk generasi selanjutnya.
“Jangan lagi orang gunakan lagi politik identitas ini harus dibubarkan, karena kita butuh pendidikan bagi generasi yang akan datang,” tandasnya.
• Ini Daftar Nama 20 Pemain yang Dibawa ke Surabaya Hadapi Bigmatch Lawan Persebaya Jumat (5/7)
• Setelah Sukses, Pelaku Jual Motor Hasil Curian Rp2 Juta per Unit
• VIDEO: Manajer Sebut Memang Ada Ketidak Harmonisan Vanessa Angel dengan Ayahnya
Sebelumnya Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera juga mengungkapkan jika partainya kembali mengambil posisi oposisi di pemerintahan ke 2 Jokowi.
Namun ia memastikan untuk kali ini partainya akan memberikan kritik-kritik yang konstruktif. Ia pun mengaku sudah menyiapkan dua amunisi untuk mengkritik pemerintahan Jokowi.
Yakni persoalan ekonomi yang stagnan jalan di tempat dan soal pelemahan KPK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20181214la-nyalla-pindah-haluan-ke-jokowi.jpg)