Pembunuhan

JPU Tolak Pembelaan Haris Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Minta Tak Dihukum Mati

Pengadilan Negeri Bekasi menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga, pada Rabu (3/7/2019

JPU Tolak Pembelaan Haris Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Minta Tak Dihukum Mati
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu (3/7). 

Dalam nota pembelaan itu ia menilai tuntutan pidana mati terhadap kliennya mentah dikarenakan tidak memiliki bukti yang kuat serangkaian pembunuhan berencana.

"JPU tidak bisa buktikan terdakwa melakukan pembunuhan berencana. Hanya bukti dari saksi dan surat visum et Repertum," kata Alam saat persidangan pembacaan nota pembelaan pada Senin (24/6/2019) pekan lalu.

Alam sebagai penasihat hukum terdakwa meminta majelis hakim dapat memberikan keringanan hukuman bagi kliennya.

"Dengan segala kerendahan hati, kami mohon majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara a quo untuk dapat menjatuhkan putusan dengan hukuman pidana yang seringan-ringannya bagi terdakwa," ungkap Alam.

Sebelumnya, warga digemparkan dengan kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 12 November 2018.

Harris membunuh Daperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita menggunakan sebuah linggis.

Sementara itu, dua anak Daperum, yaitu Sarah Marisa Putri Nainggolan (9) dan Yehezkiel Arya Paskah Nainggolan (7), dicekik hingga tewas.

Dalam persidangan perdana, Haris didakwa dengan dakwaan primair Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 363 Ayat (1) ke-3 KUHPidana tentang Pencurian.

Harris juga dijerat Pasal 363 sebab usai menghabisi korbannya, dia juga mencuri sejumlah barang milik korban.

Jaksa juga mendakwa Haris dengan dakwaan subsdair, Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan dan Pasal.

Setelah diselidiki, pelaku pembunuhan yaitu Haris Simamora yang ternyata sepupu Maya istri dari Daperum.

Polisi berhasil menangkap Haris Simamora (37) di Gubuk di Kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat saat hendak mendaki gunung.

Menurut pengakuan Haris, dia sakit hati karena kerap dimarahi dan selalu dihina apabila datang ke rumah korban. (MAZ)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved