Pembunuhan

JPU Tolak Pembelaan Haris Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Minta Tak Dihukum Mati

Pengadilan Negeri Bekasi menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga, pada Rabu (3/7/2019

JPU Tolak Pembelaan Haris Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi yang Minta Tak Dihukum Mati
Wartakotalive.com/Muhammad Azzam
Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora saat mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Bekasi, Rabu (3/7). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Muhammad Azzam

BEKASI, WARTAKOTALIVE.COM -- Pengadilan Negeri Bekasi menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga, pada Rabu (3/7/2019).

Isi sidang lanjutan itu yakni replik dari Jaksa Penuntut Umum atas pledoi terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora.

Dalam sidang itu JPU menolak seluruh nota pembelaan atau pledoi yang diajukan penasihat hukum kasus pembunuhan satu keluarga Haris Simamora.

"Panesahat hukum pada nota pembelaan mendalilkan sama sekali tidak ada unsur perencanaan sebagaimana dimaksud pasal 340 KUHP, jawaban atas dalil tersebut penuntut umun menolak secara tegas," kata JPU Faris Rahmandalam persidangan di PN Bekasi, Rabu (3/7/2019).

JPU Faris menjelaskan penolakan nota pembelaan yang dibacakan penasihat hukum terdakwa sesuai dengan berita acara pemeriksaan di tingkat penyidikan.

"Nota pembelaan terdakwa sebut tidak ada perencanaan. Tapi fakta persidangan bahwa terdakwa mengambil handpone milik korban agar jejaknya tidak diketahui, terdakwa juga mengambil uang Rp 2 juta yang digunakan untuk melarikan diri," kata Faris.

"Lalu membuang linggis, terlihat disini cara-cara seseorang untuk menyembunyikan perbuatannya yang sudah dipikirkan secara matang," tandas Faris.

Ketua Majelis Hakim Djuyamto kemudian menutup sidang tersebut untuk selanjutnya akan digelar kembali pada, Senin (8/7/2019) dengan agenda tanggapan dari penasihat hukum atau duplik.

Pada persidangan sebelumnya, Penasihat Hukum Alam Simamora, terdakwa Haris membacakan nota pembelaan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved