Pilpres 2024

BTP Bisa Berikan Efek Kejut di Pilpres 2024 Jika Kembali Dipercaya Jadi Pejabat Publik

LSI Denny JA memprediksi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, berpeluang bertarung pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

BTP Bisa Berikan Efek Kejut di Pilpres 2024 Jika Kembali Dipercaya Jadi Pejabat Publik
capture youtube BTP
Kabar Ahok Terbaru Muncul Lewat Video, Alasan Ahok BTP Pilih Gabung PDIP. 

Sedangkan untuk kategori partai politik, LSI Denny JA menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto.

Pria Dipolisikan Istrinya karena Nikahi Adik Kandung, Keluarga Minta Hukum Adat Ditegakkan

Ada juga Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimutri Yudhoyono (AHY), Menko PMK Puan Maharani, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar

Di kategori selanjutnya, yakni pejabat di pemerintahan, nama-nama yang diprediksi oleh LSI Denny JA adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala BIN Budi Gunawan.

Ada pula Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Luhut Panjaitan Mengaku Tak Pernah Ditawari Jadi Menteri, Tahu-tahu Besok Dikabari Bakal Dilantik

Untuk kategori terakhir, yaitu faktor kejutan, peneliti LSI Denny JA memprediksi adanya satu calon yang dilabeli mereka dengan sebutan Mr/Mrs X.

Hal itu karena diprediksi akan ada nama yang sebelumnya tidak disangka-sangka akan melaju ke Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Rully Akbar saat menjabarkan prediksi LSI Denny JA bertajuk 'Setelah Putusan MK: 15 Capres 2024 Masuk Radar', di Kantor LSI, Jalan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/7/2019).

Selain Penistaan Agama, Wanita yang Bawa Anjing Masuk Masjid Juga Dilaporkan Pakai Dua Pasal Ini

"Namanya masih kita masukkan ke nomor 15, yang akan coba kita telusuri selama lima tahun ke depan."

"Terkait nama-nama baru yang mempunyai kesempatan masuk ke Pilpres 2024 nanti," kata Rully Akbar.

"Kategori kejutan ini perlu dimasukkan karena pengalaman Pilpres 2014," tambahnya.

Soal Pertemuan Jokowi dan Prabowo, Luhut Panjaitan: Tidak Usah Dipaksa-paksain

Saat itu, katanya, lima tahun sebelum Pilpres 2014, Jokowi adalah tokoh yang tidak masuk radar capres 2014.

Namun, dua tahun menjelang Pilpres, Jokowi muncul sebagai salah satu figur baru yang sangat diperhitungkan pada Pilpres 2014. (Fransiskus Adhiyuda)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved