Kriminalitas

Pasangan Suami Istri Pelaku Penggelapan Truk Gunakan Uang Penjualan Mobil Untuk Pesta Sabu

"Untuk rinciannya, kepala truk dijual Rp 25 juta, buntutnya Rp 20 juta, dan bannya dijual Rp 5 juta," kata Jerrold.

Pasangan Suami Istri Pelaku Penggelapan Truk Gunakan Uang Penjualan Mobil Untuk Pesta Sabu
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pasangan suami istri pelaku penggelapan truk trailer, NK (kanan) dan TSM (biru), di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (2/7/2019). 

Pasangan suami istri, NK (41) dan TSM (44) ditangkap petugas Polsek Kelapa Gading usai melakukan aksi penggelapan satu unit truk trailer.

Hasil penjualan truk digunakan pasangan tersebut untuk menggelar pesta sabu.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Jerrold Kumontoy mengatakan, truk tersebut dibawa kabur usai pelaku ditugaskan untuk mengirim besi ulir ke daerah Pekanbaru, Riau.

Lalu, truk itu  dibawa kabur ke Prabumulih, Palembang, Sumatera Selatan.

Setelah itu,  kedua pelaku menjual truk tersebut kepada seorang penadah.

Penjualan truk dilakukan secara terpisah kepada seseorang berinisial UJG. Saat ini, UJG masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Untuk rinciannya, kepala truk dijual Rp 25 juta, buntutnya Rp 20 juta, dan bannya dijual Rp 5 juta,” kata Jerrold, Selasa (2/7/2019).

Perampok Bersenjata Tajam yang Tewas Didor Petugas Kerap Keluar Masuk Penjara

Sudah Dapat Izin Suami Main Film Lagi, Acha Septriasa Malah Canggung Tampil Sebagai Bintang Film

Dilecehkan Bau Ikan Asin Oleh Mantan Suami, Fairuz A Rafiq Syok dan Tak Bisa Berkata-kata

Jerrold menambahkan, kedua pelaku menggunakan uangnya untuk berfoya-foya.

Selain itu, para pelaku memakai uang hasil penggelapan truk  untuk pesta sabu.

"Dari hasil penjualan tersebut para tersangka ini kebetulan baik sopir maupun kenek adalah suami istri dan kemudian uang itu dipakai hura-hura salah satunya melaksanakan pesta sabu," ucapnya.

Truk yang dibawa kabur kedua pelaku merupakan milik PT Multi Utama Transindo.

Perusahaan yang melaporkan peristiwa tersebut mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta.

Kedua pelaku dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Ancaman hukuman atas perbuatan tersebut maksimal 4 tahun.

Saat ini, polisi  masih memburu penadah truk tersebut.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved