Kasus Narkoba

Modus Baru Pengedar Ambil Paketan Sabu di Kamar Mandi Masjid

Polsek Cilandak mengungkap, seorang pengedar bernama Derry Ramadhani mengambil narkotika di sebuah kamar mandi masjid di bilangan Cinere, Depok, Jawa

Modus Baru Pengedar Ambil Paketan Sabu di Kamar Mandi Masjid
Wartakotalive.com/Feryanto Hadi
Kapolsek Cilandak Kompol Kasto saat melakukan jumpa pers di Mapolsek Cilandak, Selasa (2/7). 

Kini polisi menemukan metode baru serahterima narkotika dari kurir atau kuda ke pengedar.

Polsek Cilandak mengungkap, seorang pengedar bernama Derry Ramadhani mengambil narkotika di sebuah kamar mandi masjid di bilangan Cinere, Depok, Jawa Barat.

"Tersangka Derry ini berhubungan dengan orang suruhannya Ali (DPO) dengan menggunakan ponsel yang nomornya diprivate," kata Kapolsek Cilandak Kompol Kasto saat melakukan jumpa pers di Mapolsek Cilandak, Selasa (2/7).

Pada tanggal 26 Juni malam, Derry mendapat konfirmasi untuk mengambil narkoba jenis sabu di sebuah kamar mandi masjid itu.

"Jadi mereka tidak bertemu. Tersangka ini cuma dapat arahan barangnya (narkoba) ada di kamar mandi sebuah tempat ibadah. Dia akhirnya mengambil barang yang dipesan," ungkapnya.

Keesokan harinya, Derry ditangkap saat hendak menjual sabu tersebut ke pemakai di Sektor 9, Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Mereka melakukan transaksi penyerahan barang haram jenis sabu di sebuah rumah ibadah di kawasan Cinere, Depok, sebelum diserahkan ke pemesan di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

"Tersangka kami tangkap saat akan melakukan transaksi. Dia membawa barang bukti berupa sabu seberat 12,5 gram yang disimpan di plastik bening dan dibungkus amplop putih," ujar Kompol Kasto.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku mendapatkan sabu dari temannya bernama Ali, yang kini masih berstatus buronan.

Kepada polisi, Derry mengaku baru dua kali melakukan perbuatannya.

Ia mendapatkan upah sebesar Rp 700 setiap menerima paket sabu dan berhasil menjualnya.

Tetapi, polisi tidak begitu saja percaya dengan pengakuan Derry dan saat ini masih mengembangkan kasus ini.

"Kami terus kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar," ujar Kompol Kasto.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved