Ditlantas Polda Metro Jaya Studi Banding ke China Belajar Tilang Elektronik Pakai Kamera ETLE

"Beberapa waktu lalu beberapa perwira kita pergi ke China untuk melakukan studi banding. Di sana mendapatkan beberapa kamera dengan tipe dan fitur bar

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Direktur Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusuf tengah menjelaskan sistem tilang elektronik yang mulai diterapkan Senin (1/7/2019) ini. 

Sebanyak 10 kamera pemantau tambahan dalam program sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, guna merekam dan mencatat pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara telah dipasang Ditlantas Polda Metro Jaya, sejak, Kamis (25/4/2019) lalu.

Sebelumnya sejak Oktober 2018 lalu Ditlantas Polda Metro Jaya telah melakukan ujicoba dengan memasang 2 kamera pemantu ETLE yakni di perempatan Sarinah, Jakarta Pusat, dan di sekitar Patung Kuda atau di persimpangan antara Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Ini berarti sampai saat ini sudah 12 kamera pemantau ETLE yang terpasang di ruas jalan utama Jakarta

Ke 10 kamera pemantau tambahan dipasang di persimpangan jalan mulai dari Jalan Gadjah Mada sampai Jalan MH Thamrin, dan di persimpangan jalan di sepanjang Jalan MH Thamrin sampai Jalan Sudirman.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan kamera pemantau ETLE yang dipasang pihaknya kini memiliki teknologi yang lebih canggih dibanding sebelumnya dengan penambahan fitur baru.

"Beberapa waktu lalu beberapa perwira kita pergi ke China untuk melakukan studi banding. Di sana mendapatkan beberapa kamera dengan tipe dan fitur baru ini," katanya kepada Warta Kota, Senin (1/7/2019).

Dimana kamera dapat merekam berbagai jenis pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara dibanding sebelumnya, sejak diberlakukannya tilang ETLE mulai, Senin.(1/7/2019).

"Jika sebelumnya hanya bisa merekam pelanggaran lalu lintas berupa menerobos lampu merah dan pelanggaran marka jalan saja, saat ini bentuk pelanggaran lalin juga bisa terdata dan terekam secara otomatis," kata Yusuf.

VIDEO: Hasil Visum Psikologi Wanita Pembawa Anjing Masuk Masjid Segera Dikirim ke Polres Bogor

Yakni katanya pelanggaran menerobos lampu merah, pelanggaran ganjil-genap, pelanggaran marka jalan, pelanggaran batas kecepatan, tidak mengenakan sabuk keselamatan serta pelanggaran menggunakan ponsel saat berkendara dan pelanggaran merokok saat berkendara.

"Fitur baru ini ada yang namanya check point, dimana bisa melihat pengendara dan penumpang yang ada di dalam mobil. Apakah memakai save belt atau tidak, menggunakan HP atau tidak, semuanya itu kelihatan," kata Yusuf.

VIDEO: Perampok Bersenjata Tajam Spesialis Toko dan Ruko Dibekuk Polisi, Satu Tewas Didor

Kemudian katanya di dalam kamera itu ada juga fitur speed radar. "Jadi yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan melebihi batas akan kelihatan dan terekam serta terdata secara otomatis," kata Yusuf.

Bahkan kata dia di malam hari yang kondisinya tidak terang, kamera pemantau bisa berfungsi maksimal.

"Dengan capture di kamera ETLE yang baru ini, masyarakat tidak bisa mengelak atas pelanggaran yang dilakukan dengan alasan bukan dirinya saat berkendara. Sebab dalam kamera tersebut akan terlihat jelas pengendaranya siapa atau yang nyopir kelihatan di dalam mobil," kata dia.

Untuk mekanisme sistem tilang elektronik dengan kamera pemantau ETLE ini, kata Yusuf, jenis pelanggaran dan pelanggarnya akan terekam otomatis dan langsung terdata di server back office.

VIDEO: Pemuka Agama di Tangerang Tewas Dibacok, Pelaku Adik Ipar Babak Belur Dikeroyok Warga

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved