Kebakaran

Waspada Kemarau telah Tiba, Ada 823 Kebakaran di Ibu Kota Sepanjang 2019

Musim kemarau telah tiba, ancaman kebakaran pun semakin rawan terjadi di Ibu Kota.

Waspada Kemarau telah Tiba, Ada 823 Kebakaran di Ibu Kota Sepanjang 2019
Warta Kota/Henry Lopulalan
Petugas memadamkan api saat terjadi kebakaran di Kampung Bandan, Jakarta, Kamis (5/7). 

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM -- Musim kemarau telah tiba, ancaman kebakaran pun semakin rawan terjadi di Ibu Kota.

Pasalnya, tercatat ada sebanyak 823 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2019.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Subejo menyebutkan wilayah Jakarta Selatan tercatat 222 kejadian kebakaran disusul Jakarta Timur dengan sebanyak 207 kejadian.

Sedangkan wilayah Jakarta Barat ada sebanyak 148 kejadian, Jakarta Utara sebanyak 129 kejadian dan Jakarta Pusat sebanyak 117 kejadian.

Dalam kebakaran tersebut, tercatat ada sebanyak 1.908 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari sebanyak 8.524 orang jiwa yang kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran tersebut pun ditaksir merugikan sebesar Rp 155,3 miliar.

"Dalam kejadian ada sepuluh korban meninggal dunia dan 64 orang terluka dari warga, sedangkan dari petugas ada 11 orang yang terluka saat sedang bertugas," ungkapnya ditemui di kantornya pada Senin (1/7/2019).

Berdasarkan data yang terhimpun, kebakaran terbesar dipicu korsleting listrik, yakni sebanyak 565 kejadian atau sebesar 65 persen, kebocoran tabung gas sebanyak 87 kejadian atau sebesar 10 persen, membakar sampah sebanyak 48 kejadian atau enam persen.

Sedangkan penyebab kebakaran dari rokok sebanyak 22 kejadian atau tiga persen, lilin sebanyak tiga kejadian atau 0,3 persen.

"Penyebab kebakaran lainnya ada 98 kejadian atau 12 persen, penyebab ini di antaranya kembang api, kendaraan terbakar dan lainnya," jelasnya.

Sementara, bangunan yang menjadi lokasi kebakaran disebutkannya meliputi perumahan sebanyak 267 kejadian, bangunan umum dan perdagangan sebanyak 136, instalasi luar gedung sebanyak 247 kejadian, bangunan industri sebanyak sembilan kejadian, kendaraan sebanyak 64 kejadian, tanaman 23 kejadian, lapak 14 kejadian, sampah 28 kejadian dan bangunan lainnya sebanyak 35 kejadian.

Kebakaran tersebut tercatat terjadi sepanjang bulan Januari hingga akhir bulan Juni 2019, antara lain Januari sebanyak 143 kejadian, Februari sebanyak 129 kejadian, Maret sebanyak 133 kejadian, April sebanyak 122 kejadian, Mei sebanyak 137 kejadian dan Juni sebanyak 159 kejadian.

Lebih lanjut dipaparkannya, waktu kebakaran terbagi empat, terbanyak pada pukul 06.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, yakni sebanyak 672 kejadian, pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB sebanyak 503 kejadian, pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB sebanyak 620 dan pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB ada sebanyak 197 kejadian.

"Kalau dilihat dari trennya, kebakaran terbanyak jelang musim kemarau, karena itu diingatkan kepada masyarakat agar menjaga lingkungan, mulai dari memeriksa instalasi listrik rumah, jangan membakar sampah dan tidak mengambil listrik dari tiang PJU (Penerangan Jalan Umum) karena pemicu kebakaran terbanyak diketahui karena korsleting listrik," tutupnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved