Aksi Terorisme

TERBARU Densus 88 Bekuk Pemimpin Jamaah Islamiah dan 4 Kaki Tangannya

Densus 88 Antiteror membekuk amir atau pemimpin Jamaah Islamiah (JI) yakni Para Wijayanto (PW) alias Aji Pangestu alias Abu Askari alias Ahmad Arif,

TERBARU Densus 88 Bekuk Pemimpin Jamaah Islamiah dan 4 Kaki Tangannya
ISTIMEWA
Sejumlah anggota Densus 88 Anti Teror melakukan penggerebekan terhadap dua terduga teroris di Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5/2019). 

PW katanya juga aktif berkomunikasi dengan jaringan terorisme regional yang ada di Filipina, Pakistan, dan Afghanistan

Saat ini kata Dedi, dibawah pimpinan PW, JI mengubah taktik dan strateginya, dimana tak lagi dalam tahap aktif melakukan penyerangan.

"Tetapi pasif dan dalam persiapan," kata Dedi.

Tujuannya adalah mendirikan negara khilafah di Indonesia.

Hal itu kata Dedi diketahui setelah pihaknya memeriksa PW dan empat tersangka lainnya.

"Tak ada bom atau senjata rakitan yang disita dari tangan mereka. Sebab jaringan JI mereka ini memang belum melakukan rencana aksi terorismenya di Indonesia. Tetapi yang bersangkutan bersama kelompoknya sedang membangun kekuatan tujuannya untuk membangun khilafah,” kata Dedi.

Menurutnya konsep khilafah JI berbeda dengan ISIS.

Sebab konsep khilafah ISIS sudah terbentuk beberapa waktu lalu di Suriah tetapi JI selalu ingin membangun khilafah di Indonesia sebagaimana niatan Negara Indonesia Islam (NII) dulu.

"Jadi nasih didalami pejabat di dalam struktur organisasi JI mereka ini. Selain itu, mereka ini juga digaji yang besarannya antara Rp 10 Juta sampai Rp 15 juta perbulannya. Karena Mereka dalam tahap pembangunan kekuatan dan ini tentunya didukung oleh kemampuan ekonomi,” kata Dedi.

Untuk itu tambah Dedi, mereka mengembangkan beberapa usaha yakni kebun kelapa sawit yang menghasilkan uang untuk membiayai aksi dan organisasi mereka serta untuk membiayai gaji pejabat dalam struktur JI.

"Amir ini sangat berpengaruh untuk kelompok JI Indonesia. Sepak terjangnya hampir 19 tahun di Indonesia. Kemampuannya cukup lengkap mulai kemampuan militer, merakit bom, rekrutmen, dan intelijen. Ia pernah bergabung dengan Noordin M Top dan Dr Azhari,” katanya.

Dedi menambahkan saat ini Indonesia beruntung memiliki UU Nomor 5 tahun 2018 tentang terorisme di mana meski hanya sekadar tahap awal dan belum ada rencana aksi, namun kelompok terorisme yang masih masih menyusun kekuatan sudah bisa ditindak dan dibekuk.

"Ini merupakan upaya mitigasi dan pencegahan, sebelum kelompok mereka membesar," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved