Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Pastikan Hyundai Bikin Pabrik di Indonesia

Airlangga mengatakan, Hyundai menargetkan 47 persen dari produksi di Indonesia akan fokus untuk kebutuhan domestik.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto Pastikan Hyundai Bikin Pabrik di Indonesia
KompasOtomotif
Hyundai Kona meluncur di IIMS 2019 

 Pabrikan otomotif asal Korea Selatan Hyundai Motor Company (HMC) dipastikan membangun pabrik di Indonesia.

Hyundai segera merealisasikan investasinya dan memulai produksi kendaraan pada 2021 mendatang.

"Mereka akan mulai produksi pada 2021, dengan kapasitas 70.000 hingga 250.000 unit per tahun," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya usai bertemu dengan Executive Vice President HMC Park Hong Jae di Seoul, Korea Selatan, Minggu (30/6/2019).

VIDEO: PPDB SMP di Bekasi Terlihat Sepi

Airlangga mengatakan, Hyundai menargetkan 47 persen dari produksi di Indonesia akan fokus untuk kebutuhan domestik.

Sementara 53 persen lain digunakan untuk ekspor ke beberapa negara tujuan bisnisnya.

Anies Mau Naikkan Bea Balik Nama Kendaraan, Yamaha Berharap Ditunda

Meski letak pabriknya belum bisa dikonfirmasi, namun diklaim nantinya pabrik tersebut akan menyerap tenaga kerja sebesar 3.500 orang.

Menurut Airlangga, Hyundai menilai Indonesia akan menjadi basis produksi kendaraan guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

"Hyundai telah menegaskan komitmen mereka untuk segera memulai investasi di Indonesia. Prinsipnya pemerintah mendukung rencana investasi baru tersebut dengan fasilitas fiskal yang sudah tersedia," kata Airlangga.

VIDEO: Politisi Gerindra dan Mantan Menpora Adhyaksa Dault Harap DPRD DKI Segera Tetapkan Wagub

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto, mengatakan, sejak Januari 2018, Hyundai mengungkapkan rencana untuk membangun pabrik di kawasan Asean dan Indonesia sebagai pilihan lokasinya.

Menurut Harjanto, dari total kapasitas produksi HMC di Tanah Air, sebagian akan digunakan untuk membuat kendaraan listrik untuk mengisi pasar ekspor ke Asia Tenggara dan Australia.

Sisanya lagi untuk memenuhi kebutuhan domestik. "Apalagi, Indonesia memiliki bahan baku bijih nikel yang bisa digunakan untuk produksi baterai lithium-ion sebagai komponen penting kendaraan listrik," kata Harjanto.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hyundai Jadi Bikin Pabrik Mobil di Indonesia",
Penulis : Stanly Ravel
Editor : Agung Kurniawan

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved