Breaking News:

Gubernur Lemhannas Bilang Wajib Militer di Indonesia Belum Urgen

GUBERNUR Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, menanggapi soal wacana wajib militer di Indonesia.

TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA
GUBERNUR Lembaga Ketahanan Nasional Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. 

GUBERNUR Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, menanggapi soal wacana wajib militer di Indonesia.

Menurut Agus, wajib militer belum ada urgensinya.

Sebab, ada sejumlah komponen yang harus dipenuhi sebelum memberlakukan wajib militer.

Pakai Contoh Cicak Vs Buaya, Mardani Ali Sera Sebut Oposisi Terbaik Bersama Rakyat

"Belum (ada urgensi) sampai pada pelaksanaan (wajib militer)," kata Agus saat ditemui di Kantor Lemhanas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).

"Karena tadi nilai-nilai dasar itu, bahwa pembentukan komponen cadangan itu didasarkan pada kesukarelaan," tambahnya.

Sebelum mewacanakan wajib militer, kata Agus, pemerintah harus mengetahui lebih dahulu tujuan hal itu di Indonesia.

Gerindra Terbiasa Jadi Oposisi, Perdebatan Internal Soal Tawaran Masuk Pemerintahan Berkurang

Ia mengatakan, wajib militer adalah pembentukan komponen cadangan dari TNI.

Sebagai cadangan, lanjut Agus, ada nilai universal, yaitu wajib militer dibentuk saat negara menganggap ada ancaman atau dalam kondisi berperang.

Selain itu, wajib militer lebih bersifat sukarela dan tidak bisa dipaksakan kepada masyarakat.

KPK Bilang Ada yang Baru di Kasus KTP Elektronik, Bakal Ada Tersangka Anyar?

"Jadi didasarkan kesukarelaan seperti komponen utama militer (TNI) yang sukarela," jelas Agus.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved