Breaking News:

2.000 Reklame di Kota Bekasi Ilegal

Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bekasi dari sektor reklame dipastikan mengalami kebocoran.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor:
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Reklame di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi padq Senin (1/7/2019). Pemerintah Kota Bekasi mencatat ada sekitar 2.000 reklame tanpa izin di wilayah setempat sehingga berpotensi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menurun. 

Hingga pertengahan tahun 2019 realiasinya baru tercapai 20 persen atau setara Rp 18 miliar dari target Rp 91 miliar.

Pengusaha yang sengaja tidak membayar kewajibannya untuk dipertimbangkan izin selanjutnya.

WARTA KOTA, BEKASI--- Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bekasi dari sektor reklame dipastikan mengalami kebocoran.

Sebab dari 12.000 reklame di wilayah setempat, ada sekitar 2.000 reklame ilegal.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Widayat Subroto, mengatakan, paling banyak reklame ilegal berdiri di ruas jalan negara seperti Jalan Sudirman, Jalan Sultan Agung, Jalan Djuanda, dan sebagainya.

Tak Perlu Jauh-jauh, Kini KPP Cibitung Buka Pos Pelayanan di Pasar Modern Kota Harapan Indah

Disebut ilegal karena tidak mengantongi izin ataupun izin penayangannya tidak diperpanjang oleh pihak swasta.

"Kami sudah melakukan pemetaan, bagi yang tidak memperpanjang masa izin akan kami kirimkan surat. Tapi kalau terus diabaikan, terpaksa penebangan reklame kami lakukan," kata Subroto, Senin (1/7/2019).

Subroto mengatakan, reklame yang tidak berizin didominasi berukuran besar jenis billboard.

Kampung Dukuh Kini Dikenal sebagai Kampung Kaleng

Dia tidak menampik, reklame ilegal itu memicu turunnya PAD Kota Bekasi dari sektor reklame.

Bahkan hingga pertengahan tahun 2019 realiasinya baru tercapai 20 persen atau setara Rp 18 miliar dari target Rp 91 miliar.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved