Berita Jakarta
Pembangunan Fly Over di Atas Perlintasan Rel Kereta Lenteng Agung akan Berdampak Pada 36 Bidang
Ada puluhan lahan warga yang dipastikan terkena dampak dari adanya pembangunan fly over di Lenteng Agung.
Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Dian Anditya Mutiara
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap bangun fly over di atas perlintasan rel kereta api Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Saat ini, Pemprov sedang melakukan pengukuran bidang di sekitar lokasi.
Ada puluhan lahan warga yang dipastikan terkena dampak dari adanya pembangunan fly over tersebut.
Lurah Lenteng Agung Bayu Pasca Soengkono mengungkapkan, proses sosialisasi kepada warga sudah dilakukan terkait rencana pembangunan jalan layang itu.
"Kami cuma bantu sosialisasi dan pendataan awal yang terkena dampak. Kurang lebih 36 bidang yang sudah terukur di pendataan awal," ujar Bayu kepada Warta Kota, Jumat (28/6/2019).
• Polisi Gerebek Kolong Fly Over karena Dijadikan Tempat Berjudi
• Fly Over Rawa Buaya Retak, Anies Imbau Lainnya Juga Dicek
Pembangunan fly over dekat kampus IISIP Jakarta tersebut sebagai upaya untuk mengurangi kemacetan yang setiap hari terjadi di kawasan itu.
Camat Jagakarsa Mundari, sebelumnya mengungkapkan, nantinya kendaraan yang hendak memutar baik, baik dari arah Pasar Minggu maupun dari arah Depok, akan melintasi fly over tersebut.
"Jadi nanti pintu perlintasannya akan ditutup permanen. Kendaraan yang memutar balik akan naik ke jalan layang. Jadi bentuknya seperti tapal kuda, putaran balik di kedua arah. Di tengahnya, akan ada Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) bagi pejalan kaki," terang Mundari.
• Turap Longsor di Lenteng Agung Mulai Diperbaiki
Berdasarkan kajian lalulintas, pembangunan fly over diprediksi akan mengurangi tingkat kemacetan antara 40-50 persen.
"Kita bayangkan, kereta lewat setiap tiga menit dan kendaraan menumpuk untuk menyebrangi rel. Ini yang membuat kawasan itu macet. Prediksinya, kemacetan akan berkurang antara 40-50 persen kalau ada fly over itu," ungkapnya.
Berdasarkan kajian lalulintas, pembangunan fly over diprediksi akan mengurangi tingkat kemacetan antara 40-50 persen.
"Kita bayangkan, kereta lewat setiap tiga menit dan kendaraan menumpuk untuk menyebrangi rel. Ini yang membuat kawasan itu macet. Prediksinya, kemacetan akan berkurang antara 40-50 persen kalau ada fly over itu," ungkapnya.
Mundari menambahkan, persiapan pembangunan fly over telah matang.
"Desainnya sudah siap. Sekarang masuk ke tahap sosialisasi. Mudah-mudahan bisa segera dieksekusi karena targetnya bisa selesai tahun 2019 ini," tandas Mundari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20181227fly-over-rawa-buaya-bergeser6.jpg)