Pilpres 2019

Komnas HAM Masih Menyelidiki Bukti-bukti Terkait Kerusuhan 21-22 Mei

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penyelidikan terkait kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu.

Komnas HAM Masih Menyelidiki Bukti-bukti Terkait Kerusuhan 21-22 Mei
Wartakotalive.com/Joko Supriyanto
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyampaikan keterangan terkait bukti-bukti temuan dalam kerusuhan 21-22 Mei lalu. 

MENTENG, WARTAKOTALIVE.COM -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penyelidikan terkait kerusuhan 21-22 Mei 2019 lalu.

Apalagi dalam penyelidikan yang ditemukan ada korban yang tewas akibat peluru tajam.

Hingga saat ini, Komnas HAM masih menyelidiki beberapa bukti termasuk 50 bukti video yang didapat serta memverifikasi laporan yang diterima selama ini.

Ramalan Zodiak Sabtu 29 Juni 2019 Capricorn Sibuk, Keuangan Cancer Oke, tapi Pisces Bimbang Nih

TERUNGKAP Sule Kian Berani Cium dan Peluk Naomi Zaskia di Hadapan Keluarga saat Liburan di Bali

Raffi Ahmad dan Nagita Bongkar Kelakuan Hotman Paris Pacari Meriam Bellina Berawal dari Taruhan

Begini Nasib Terkini Angelina Sondakh Mantan Istri Adjie Massaid yang Dipenjara 7 Tahun

Krisdayanti Operasi Plastik sampai Habis Ribuan Dolar Demi Senangkan Pria Ini, Siapakah Dia?

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan pihaknya sudah membentuk tim untuk mencari fakta-fakta dimana dalam tim itu mencari fakta dan mengukur prosedur yang digunakan oleh aparat kepolisian apakah sesuai atau tidak.

"Kami sudah mendapatkan banyak sekali video. Banyak sekali juga testimoninya banyak sekali pengaduan langsung, itu yang sedang dikelola. Semoga kami bisa segera dapat menyelesaikan ini dengan baik. Karena ini juga ditunggu oleh banyak orang," kata Choirul Anam, Jumat (28/6/2019).

Menurut Anam penyelidikan saat ini berbeda dengan kasus 1998 karena tantangan Komnas HAM adalah harus memverifikasi bukti termasuk video-video yang diserahkan oleh para pelapor.

"Tantangan terbesar saat ini bukan bagaimana kita bekerja mengungkap kasus tapi mengklarifikasi peristiwa karena peristiwa tersebut terekam dalam banyak video. Itu bedanya dengan 98," katanya.

Anam meyakinkan bahwa Komnas HAM masih melakukan penyelidikan hingga dua bulan ke depan. Komnas HAM sendiri memiliki tim independen pencari fakta kasus ini.

"Bahkan sebelum dibentuk tim Komnas HAM sendiri sudah bekerja sejak tanggal 22. Jadi respon kami cepat dan sebenarnya early warning, mekanisme early warning di internal Komnas HAM juga jalan sehingga ketika terjadi peristiwa tersebut kami bisa langsung jalan," katanya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved