Jembatan Ambles, Wali Kota Depok Minta Pemerintah Pusat Segera Turun Tangan

Jembatan Ambles, Wali Kota Depok Minta Kementerian PUPR Segera Turun Tangan karena Statusnya Sebagai Jalan Nasional

Jembatan Ambles, Wali Kota Depok Minta Pemerintah Pusat Segera Turun Tangan
Warta Kota/Gopis Simatupang
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad (memakai topi), meninjau jembatan yang ambles seukuran 2x3 meter di perempatan Mampang, Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (28/6/2019). 

Sebuah jembatan di perempatan Mampang, Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, ambles, Kamis (27/6/2019) malam.

Amblesnya jembatan yang menghubungkan lalu lintas jalur Margonda-Sawangan dan Cipayung-Limo itu meninggalkan lubang menganga kira-kira seukuran 2x3 meter.

Karena ambles parah, badan jalan menjadi menyempit dari yang sebelumnya dapat dilalui masing-masing satu lajur mobil dan motor, menjadi hanya menyisakan satu lajur mobil.

Imbasnya, arus lalulintas dari keempat arah menjadi macet parah karena pengendara mobil dan motor harus lewat bergantian dan memacu kendaraannya pelan-pelan.

Merespons peristiwa itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk segera menangani amblesnya jembatan karena fungsinya sangat vital bagi lalulintas.

Idris mengatakan, penanganan kejadian itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PUPR, karena statusnya sebagai jalan nasional.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad (memakai topi), meninjau jembatan yang ambles seukuran 2x3 meter di perempatan Mampang, Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (28/6/2019).
Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad (memakai topi), meninjau jembatan yang ambles seukuran 2x3 meter di perempatan Mampang, Jalan Raya Sawangan, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (28/6/2019). (Warta Kota/Gopis Simatupang)

Sebagai langkah penanganan awal, kata Idris, Kamis malam dia telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok mendatangkan Satgas Banjir guna melakukan peninjauan lapangan serta melakukan observasi pengamanan keadaan fisik.

Setelah penanganan awal, Satgas Banjir kemudian ditarik dan kasusnya segera diserahkan kepada Kementerian PUPR.

"Melalui Dinas PUPR Depok, saya mengusulkan agar PUPR pusat melakukan penanganan sementara menutup jembatan amblas oleh plat besi dengan penahan besi WF (wide flange)," ujar Idris, saat meninjau jembatan itu, Jumat (28/6/2019).

Selain itu, Idris juga mengusulkan Kementerian PUPR agar segera melakukan penanganan permanen dengan membuat jembatan baru atau menggunakan box culvert.

Dikatakan Idris, pekerjaan sementara dengan pilihan menggunakan plat besi merupakan penanganan paling cepat yang diperkirakan rampung dalam satu minggu.

"Pekerjaan permanen dengan box culvert diperkirakan rampung dalam 2-3 minggu. Sedangkan pembangunan jembatan baru dari beton baru dapat selesai 2-3 bulan," bilangnya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved