Bekasi Kekeringan

BPBD Sebut Kekeringan di Bekasi Akan Terjadi Selama Rentang Waktu Ini

BPBD Sebut Kekeringan di Bekasi Akan Terjadi Selama Rentang Waktu Ini. Simak berita selengkapnya.

Wartakotalive.com/Fitriyandi Al Fajri
Warga Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi mengambil air di Kali Cihoe untuk keperluan sehari-hari. Sejak dua bulan terakhir, tiga desa di Kecamatan Cibarusah dilanda kekeringan 

Sebelumnya diberitakan bahwa tiga desa di Kecamatan Cibarusah kembali dilanda kekeringan karena psokan air tanah kian menyusut.

Bahkan warga terpaksa mengambil air dari Kali Cihoe dan Kali Cipamingkis di daerah sekitar untuk kebutuhan mencuci pakaian ataupun mandi.

Berdasarkan data yang diperoleh, tiga desa yang dilanda kekeringan itu adalah Desa Ridogalih, Desa Ridomanah dan Desa Sirnajati.

Fenomena ini sudah rutin terjadi setiap tahun apabila musim kemarau datang, dan pemerintah daerah melakukan upaya jangka pendek dengan memberikan air bersih kepada warga sekitar.

Salah seorang warga bernama Hasan (49) mengatakan, bantuan air bersih yang diberikan pemerintah daerah hanya bisa bertahan untuk satu hari saja.

Soalnya bantuan air bersih yang diberikan hanya satu unit truk, sedangkan warga yang membutuhkan cukup banyak.

CPNS 2019 Segera Dimulai, Ini 4 Berkas Penting yang Mesti Disiapkan dari Sekarang

Daftar Formasi CPNS dan PPPK 2019 yang Dibutuhkan Sejumlah Pemerintah Daerah di Sumatera

CPNS 2019 Tahap Kedua yang akan Diseleksi Calon P3K , Begini Penjelasan Resmi dari BKN

“Bantuan air bersih diberikan secara bergilir di setiap desa dan saya dapat dua derigen dan dua ember,” kata warga Kampung Pamanahan, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi ini pada Kamis (27/6/2019).

Hasan mengatakan, sebagai sumber kehidupan air bersih sangat dibutuhkan warga untuk keperluan sehari-hari seperti memasak, mandi, cuci pakaian dan sebagainya.

Karena itu, warga sekitar banyak yang memanfaatkan aliran Kali Cipamingkis ataupun Kali Cihoe untuk keperluan sehari-hari, meski kondisi air tampak keruh dan kadang berbau.

“Pasokan air bersih diberikan setiap 2-3 hari, makanya kita terpaksa ambil air di kali. Persoalan pakaian, nanti kita pakai pewangi aja biar bajunya nggak bau,” ujar Hasan.

Sementara itu, Sunimah (56) warga Desa Ridogalih RT 06/03 menambahkan, fenomena ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.

Persiapan CPNS 2019, Trik Pilih Instansi & Formasi Jabatan, & Daftar Aplikasi Latihan Soal Terbaik

Ini Daftar Aplikasi Latihan Soal CPNS 2019, Kunci Jawaban, & Pembahasan Terbaik di Playstore

Pakai Jenis HOTS, Soal SKD & SKB CPNS 2019 Akan Lebih Sulit, Begini Penjelasan Lengkapnya

Bahkan saat bulan Ramadan atau Mei lalu, tidak ada hujan yang mengguyur wilayah setempat sampai sekarang.

Sunimah bersama warga lainnya, bahkan mengambil air di Kali Cipamingkis.

Meski medan yang dilalui cukup curam karena berbatu, namun hal itu ia lakukan untuk kebutuhannya mencuci pakaian dan mandi.

“Terpaksa kita lakukan karena kalau tidak saya ga dapat air bersih. Dalam sehari saya bisa mengambil air dua kali di sini. Kalau badan sakit, paling saya bayar upah ke orang Rp 5.000 per ember," ujar perempuan yang bekerja sebagai buruh cuci ini. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved