Kasus Asusila

Tujuh Pasangan yang Diduga Mesum di Hotel Ini Diminta Buat Surat Perjanjian Tak Akan Ulangi Lagi

Satpol PP Kota Tangerang menggelar operasi pada Rabu (26/6/2019) malam. Petugas menjaring tujuh pasangan mesum dan menyita ratusan botol minuman keras

Tujuh Pasangan yang Diduga Mesum di Hotel Ini Diminta Buat Surat Perjanjian Tak Akan Ulangi Lagi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Satpol PP Kota Tangerang, Kamis (27/6/2019), menggelar operasi pada Rabu (26/6/2019) malam. Hasil dari razia ini, petugas menjaring tujuh pasangan mesum dan menyita ratusan botol minuman keras. 

Jajaran Satpol PP Kota Tangerang menggelar operasi pada Rabu (26/6/2019) malam. Hasil dari razia ini, petugas menjaring tujuh pasangan mesum dan menyita ratusan botol minuman keras.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Trantrib Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli.

Ia menjelaskan, Satpol PP Kota Tangerang menyisir tiga Kecamatan yang rawan praktik prostitusi.

"Ada tujuh pasangan yang diduga mesum kami amankan di hotel wilayah Kecamatan Tangerang, Karawaci dan Neglasari," ujar Ghufron kepada Warta Kota, Kamis (27/6/2019).

Dirinya menyebut mereka yang diamankan selanjutnya dilakukan pendataan, pembinaan dan surat perjanjian yang berisi tidak lagi akan mengulangi perbuatan mesumnya di Kota Tangerang.

 Begini Akhir Guru Honorer di Tangerang Selatan yang Mencoba Bongkar Praktik Pungli di Sekolahnya

 Begini Nasib Terkini Angelina Sondakh Mantan Istri Adjie Massaid yang Dipenjara 7 Tahun

 Pengantin Baru Tewas Berhubungan 48 Jam Maraton, Pengakuan Suami Lakukan Hal yang Sadis

 Ternyata Ini Alasan BPN Tetap Optimis Bakal Memenangkan Gugatan di MK, Hakim Sudah Kantongi Putusan

 "Sanksi yang kami terapkan kepada mereka adalah surat perjanjian yang diketahui Ketua RT dan RW setempat yang berisi tidak lagi akan mengulangi perbuatan mesumnya," ucapnya.

Selain mengamankan tujuh pasangan mesum, aparat juga berhasil menyita ratusan botol minuman keras.

Miras itu berasal dari sejumlah kios jamu dan toko kelontong.

"Kami menindaklanjuti keluhan masyarakat yang resah akan peredaran miras, dari toko kelontong di sekitaran Kecamatan Jatiuwung," kata Ghufron.

Menurutnya, Satpol PP akan terus melakukan serangkaian kegiatan penertiban.

Hal itu dilakukan untuk menciptakan kenyamanan dan ketenteraman masyarakat agar konsep Tangerang LIVE dapat terus terpelihara dengan optimal.

 Kapolri Sudah Larang Demo di Depan MK, Polisi Pastikan Berhak Bubarkan Demo Tak Sesuai Aturan

 Masyarakat Dilarang Keras Beli Motor Berkode ST, Simak Penjelasan Polisi Soal Motor Berkode ST

 KEMUNCULAN Ani Yudhoyono Lewat Mimpi, Minta Ibas dan Aliya Rajasa Untuk Menjaga 3 Sosok Ini

 Baru Sebulan Bebas, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Jadi Tersangka Lagi. Kali Ini Potong Dana SKPD

"Kami sudah terbiasa mendapatkan cibiran, namun kami tidak akan mundur walaupun mendapat cacian. Karena pelayanan yang dapat kami berikan kepada masyarakat berbentuk kenyamanan, ketertiban dan kententeraman melalui serangkaian kegiatan yang kami lakukan ini," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengaku serangkaian kegiatan yang dilakukannya tidak akan optimal tanpa ada peran serta dari masyarakat yang turut serta melaporkan setiap kegiatan yang berpotensi melanggar peraturan.

Sehingga kenyamanan dapat terus terpelihara.

 Al Ghazali Susul Dul Jaelani Tinggal di Rumah Maia Estianty, Begini Curhatnya

 Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2019, Akankah Valentino Rossi Mengulang Kejayaan Dua Musim Silam?

"Peran serta masyarakat terus kami harapkan. Segera laporkan kepada kami setiap kegiatan yang berpotensi mengganggu kenyamanyan Insya Allah akan kami tindak lanjuti secepatnya," papar Ghufron. (dik)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved