Petani Cibarusah Bekasi Diprediksi Rugi Rp 3,75 Miliar Akibat Kemarau

Petani Cibarusah Bekasi Diprediksi Rugi Rp 3,75 Miliar Akibat Kemarau. Simak berita selengkapnya.

WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Lahan pertanian yang sudah ditanami padi mengalami kekeringan, petani terancam gagal panen. 

RATUSAN petani di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 3,75 miliar.

Hal ini dipicu karena sekitar 500 hektar lahan pertanian di tiga desa di sana gagal panen akibat dilanda kekeringan.

Sekretaris Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Kecamatan Cibarusah, Kusnaedi mengatakan, total lahan pertanian di sana mencapai 1.655 hektar, namun yang ditanam saat ini hanya 1.000 hektar. Sedangkan sisanya 655 hektar tidak bisa ditanam karena telah mengering sejak beberapa bulan lalu sehingga petani menahan diri.

Live Streaming Brasil vs Paraguay Pagi Hari Nanti Pukul 07.30 WIB. Brasil Antisipasi Adu Penalti

Menurut Apindo, Ini Sebab Giant Tutup Toko di Beberapa Tempat

Sekjen PAN Eddy Soeparno Menjelaskan Pihaknya akan Hormati Keputusan MK

"Dari 1.000 hektar yang sudah ditanam, sekitar 50 persen atau 500 hektar mengalami gagal panen," kata Kusnaedi pada Kamis (27/6/2019).

Kusnaedi mengungkapkan, lahan pertanian itu terletak di tiga desa yakni Desa Ridogalih, Sinarjati dan Ridomanah. Lahan pertanian dilanda kekeringan karena selama ini terlalu mengandalkan air hujan. Sementara saluran irigasi dari saluran di sana ikut mengering, gara-gara Bendungan Jatinunggal,Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor tengah diperbaiki setelah mengalami jebol beberapa waktu lalu.

"Karena diperbaiki (bendungan), maka aliran air di Kali Cipamingkis mengering," ujarnya.

Menurut dia, angka kerugian ini didapat dari hasil kalkulasi jumlah lahan pertanian yang dinyatakan gagal panen seluas 500 hektar dengan biaya petani tiap hektar sebesar Rp 7,5 juta. Apabila dihitung lebih rinci, maka kerugian para petani itu mencapai Rp 3,75 miliar.

"Biaya operasional petani bisa mencapai Rp 7,5 juta per hektar, uang itu untuk pembelian bibit Rp 200.000, pupuk Rp 1 juta, sewa traktor Rp 2 juta dan sisanya untuk membayar ongkos makan serta jasa kuli yang mereka gunakan," jelasnya.

Hebbie Akhirnya Ceritakan Hal Buruk Menyakitkan Anak-Istri Usai Viral Kisah Bus Hantu Bekasi-Bandung

Habis Cerita Bus Hantunya Viral, Hebbie Sakit Hati Dengan yang Dialami Istri dan Anaknya

Menurut Apindo, Ini Sebab Giant Tutup Toko di Beberapa Tempat

Fenomena seperti ini, kata dia, dialami oleh 29 kelompok tani dengan tiap kelompoknya terdiri dari 25 orang. Dengan demikian, total keseluruhan petani di sana mencapai 725 orang.

Kusnaedi mengatakan, peristiwa seperti ini sudah menjadi risiko petani yang berada di sisi selatan Kabupaten Bekasi. Di sana, saluran irigasi dari Kali Cipamangkis dan Cihoe memang kurang mengalir dengan baik. Terlebih, air di kedua kali itu juga telah surut akibat dilanda musim kemarau.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved