Pilpres

Pengawalan Khusus 9 Hakim MK, Tetap Diterapkan Usai Pembacaan Putusan

Pengawalan khusus dan melekat terhadap 9 Hakim Mahkamah Konstitusi akan terus dilakukan dan diterapkan oleh kepolisian, pascasidang pembacaan putusan.

Pengawalan Khusus 9 Hakim MK, Tetap Diterapkan Usai Pembacaan Putusan
Tribunnews
Para hakim Mahkamah Konstitusi (MK), dua dari kanan Ketua MK Anwar Usman 

Selain itu, pengamanan ketat juga dilakukan di sekitar gedung MK saat sidang putusan berjalan dan juga sesudahnya.

"Total ada 47 Ribu personel, itu tidak hanya di sekitar gedung MK. Tapi juga pengamanan di gedung Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta objek vital lainnya," kata Argo.

Menurut Argo fokus pengamanan oleh Polri dan TNI ini tidak hanya pada kegiatan dan jalannya persidangan.

 Kapolri Sudah Larang Demo di Depan MK, Polisi Pastikan Berhak Bubarkan Demo Tak Sesuai Aturan

 Masyarakat Dilarang Keras Beli Motor Berkode ST, Simak Penjelasan Polisi Soal Motor Berkode ST

 KEMUNCULAN Ani Yudhoyono Lewat Mimpi, Minta Ibas dan Aliya Rajasa Untuk Menjaga 3 Sosok Ini

 Baru Sebulan Bebas, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Jadi Tersangka Lagi. Kali Ini Potong Dana SKPD

"Tapi juga perangkat persidangan, seperti hakim dan pihak-pihak yang berkepentingan, sebelum dan sesudahnya juga akan diamankan oleh polisi. Jadi pengamanan juga kami lakukan untuk pengamanan orang, misalnya perangkat hakim MK, kemudian juga keluarganya maupun karyawan atau pegawai MK, dan kemudian juga para termohon dan pemohon serta pihak terkait dalam gugatan MK, kita lakukan pengamanan optimal saat di MK," kata Argo.

Selain itu kata Argo, sebagai bagian dari pengamanan, pihaknya juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar gedung MK.

Hal ini katanya untuk mengantisipasi aksi massa agar tak dilakukan di depan gedung MK.

"Rekayasa lalu lintas sudah kita siapkan, dan sifatnya situasional. Nanti dari Ditlantas Polda Metro yang melaksanakannya, kapan atau saat apa diterapkan, dan seperti apa pengalihan lalinnya" ujar Argo.

Sebelumnya Karo Penmas Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan sebanyak 47 ribu personel gabungan yang dikerahkan dalam pengamanan sidang putusan MK, Kamis (27/6/2019) berasal dari personel TNI dan Polri serta dari aparat pemerintah daerah.

"Sebanyak 47 ribu personel gabungan itu, terdiri dari 28 personel Polri, 17 ribu personel TNI, dan 2.000 personel dari pemerintah daerah," kata Dedi.

 Al Ghazali Susul Dul Jaelani Tinggal di Rumah Maia Estianty, Begini Curhatnya

 Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2019, Akankah Valentino Rossi Mengulang Kejayaan Dua Musim Silam?

Mereka katanya disiagakan bukan hanya di MK dan sekitarnya saja, tetapi juga di tempat lain mulai dari DPR, Bawaslu, KPU serta titik rawan lainnya dan objek vital yang ada.

"Sementara untuk di MK sendiri ada 13 ribu personel yang disiagakan mengamankan," katanya.

Jumlah personel pengamanan di MK itu, kata Dedi bisa bertambah jika memang dibutuhkan personel tambahan, untuk mempertebal personel yang sudah ada. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved