Prostitusi Online

Muncikari Pijat Plus-plus Sesama Jenis Diciduk Polisi, Saksi dalam Keadaan Telanjang

Seorang muncikari pijat plus-plus sesama jenis berinisial UK (30) ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (25/6).

Muncikari Pijat Plus-plus Sesama Jenis Diciduk Polisi, Saksi dalam Keadaan Telanjang
Kompas.com
Ilustrasi pijat 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Junianto Hamonangan

TANJUNG PRIOK, WARTAKOTALIVE.COM -- Seorang muncikari pijat plus-plus sesama jenis berinisial UK (30) ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (25/6).

Pelaku ditangkap setelah Polisi berpura-pura menjadi pelanggan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Faruk Rozi mengatakan awalnya polisi menemukan iklan jasa pijat yang dijajakan pelaku di media sosial.

Ramalan Zodiak Kamis 27 Juni 2019 Taurus Raih Sukses, Virgo Hadapi Kompetisi, Rahasia Leo Terungkap

Capres Prabowo Subianto Gelar Nobar Sidang Putusan MK

Begini Nasib Terkini Angelina Sondakh Mantan Istri Adjie Massaid yang Dipenjara 7 Tahun

Roro Fitria Sempat Ngotot Ingin Rehabilitasi tapi Kini Tabah Menjalani Masa Hukuman, Kata Pengacara

“Ketika Anggota Opsnal Unit 3 melakukan Patroli Cyber di media sosial, menemukan sebuah akun dengan nama 'Pijit Sensual' yang dikelola pelaku,” kata Faruk, Rabu (26/6).

Mendapat temuan itu, polisi lalu berpura-pura dengan memesan dua orang terapis pijat dimana salah satunya adalah pelaku sendiri.

Lokasi pun di sebuah hotel di kawasan Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Pelaku bersama temannya, WH (saksi). Kemudian kami melakukan penangkapan di kamar hotel, di mana saksi dalam keadaan telanjang di dalam kamar hotel,” ucap Faruk.

Kepada petugas, pelaku mengenakan tarif Rp 1,5 juta untuk sekali pesan.

Pendapatan itu dibagi dua, dimana pelaku memperoleh Rp 1 juta dan terapisnya mendapat Rp 500 ribu.

“Pelaku kurang lebih satu setengah tahun yang lalu mulai menjadi muncikari pijat sesama jenis,” kata Faruk.

Adapun barang bukti yang diamankan dari pelaku antara lain uang tunai Rp 1,3 juta, lima buah kondom, serta celana dalam.

Pelaku dijerat Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved