Pilpres

Kubu Prabowo Ajak Partai Demokrat Ikut Nobar Sidang Putusan Sengketa Pilpres, Ini Sikap Demokrat

Sandi di situ juga dengan tokoh parpol. Demokrat juga diundang (Nobar) sidang putusan MK

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Wito Karyono
Warta Kota/Adhy Kelana
Pasangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Sandiaga Uno di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Selasa (21/5/2019) 

Papres Prabowo Subianto akan menggelar nonton bareng (nobar) sidang pembacaan putusan sengketa Pilpres 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6/2019).

Nobar dilakukan di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Bidang Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Hendarsam Marantoko, saat dikonfirmasi Warta Kota, Rabu (26/6/2019).

Mantan Ketua MK Mahfud MD Prediksi Putusan Sengketa Pilpres Akan Berakhir Seperti Ini

Pasangan Pemenang Pilpres 2019 Akan Diumumkan Tiga Hari Pasca Putusan MK

Wakil Ketua TKN : Kalau Semua Diajak Satu Kabinet Tidak Perlu Lagi Ada Pilpres

"Iya betul ada nobar di Kertanegara. Tapi ini internal saja," kata Hendarsam singkat.

Hendarsam menegaskan bahwa pihaknya akan menerima apapun putusan MK atas gugatan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019, yang diajukan pihaknya.

"Kita akan patuh dan taat dengan hukum, menang atau kalah" kata Hendarsam.

Kuasa hukum kubu 01 dan 02, KPU RI hingga Bawaslu berfoto bersama usai berakhirnya Jumat (21/6/2019).
Kuasa hukum kubu 01 dan 02, KPU RI dan Bawaslu foto bersama (Tribunnews/Rizal Bomantama)

Sampai kini, katanya, kubu Prabowo-Sandi tetap optimis akan memenangkan gugatan sengketa Pilpres 2019 di MK.

"Jadi optimis dong, gugatan dikabulkan MK," katanya.

Menurut Hendarsam, ada sejumlah alasan yang membuat mereka optimis dan yakin MK akan memenangkan dan mengabulkan gugatannya.

Sejumlah 5 Tuntutan yang akan Disampaikan dalam Aksi Damai Halal Bihalal Persaudaraan Alumni 212

"Yakni bahwa apa yang pemohon atau kami dalilkan dalam permohonan, bisa kita buktikan dari bukti-bukti dan saksi yang kita ajukan dalam persidangan," kata Hendarsam.

"Tentang dalil kecurangan terstruktur, sistematis dan massif (TSM) berdasarkan bukti tertulis dan video, serta dikaitkan dengan saksi pemohon, bahkan saksi terkait.

"Maka tergambar jelas ada permufakatan curang yang sudah direncanakan oleh pihak terkait, dalam program-program TKN salah satunya di Training of Trainer atau TOT," papar Hendarsam.

PPSU Cantik yang Kecelakaan Tidak Alami Efek Samping Pasca Menjalani Operasi

Permufakatan curang ini, menurut Hendarsam terbukti berdasarkan bukti, saksi-saksi, maupun video dan bukti lainnya.

"Semuanya diimplementasikan di lapangan melalui eksploitasi para kepala daerah, kapitalisasi program-program pemerintah, dan pengerahan aparat. Ini semua sudah kita ajukan bukti-buktinya," ujar Hendarsam.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved