Layanan Umum

Jalan Saluran Inspeksi Kalimalang Diusulkan Diubah Menjadi Jalan Laksamana Keumalahayati

Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang diusulkan diubah namanya menjadi Jalan Laksamana Keumalahayati.

Jalan Saluran Inspeksi Kalimalang Diusulkan Diubah Menjadi Jalan Laksamana Keumalahayati
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Arus lalu lintas di Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, Cipinang Besar, Jatinegara Jakarta Timur. 

Warga masyarakat yang mengatasnamakan diri sebagai Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda mengajukan penggantian nama Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang, Jakarta Timur, menjadi Jalan Laksamana Keumalahayati.

Usulan itu berdasarkan surat Nomor 0841/E/0419 yang ditujukan ke Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur.

Merespons hal tersebut, Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar menuturkan harus berkordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta apabila hendak melakukan penggantian nama jalan.

"Itu  keinginan-keinginan dari warga, tentu kita harus koordinasi dengan Pemprov. Kalau keinginan sih boleh-boleh saja, tapi disetujui atau tidak, harus diputuskan dalam rapat koordinasi," kata Anwar saat dikonfirmasi, Kamis (27/6/2019).

Marcella Zalianty Menjadi Penggagas Pembuatan Komik Laksamana Keumalahayati

5.000 Peserta Pawai Budaya Meriahkan Jakarnaval 2019, di Monas dan Sekitarnya, Minggu 30 Juni Besok

Beberapa faktor masih harus dikaji, di antaranya terkait sosok Laksamana Keumalahayati yang dipilih sebagai nama jalan pengganti.

Kajian tersebut pun memerlukan sejumlah ahli sejarah.

"Nanti dilihat nama itu dari mana? Apakah dia pejuang 1945 atau siapa? Atau punya historis?Biasanya kalau punya historis disetujui. Tapi kalau tidak jelas, saya pikir Pemrprov akan berpikir dua kali," ujarnya.

Pahlawan Nasional

Laksamana Keumalahayati baru dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 9 November 2016 lalu.

Keumalahayati merupakan laksamana perempuan pertama di dunia yang berasal dari Kesultanan Aceh.

Dari Kondisi Rumah, Tetangga Tak Kaget Bintang K-POP Song Joong Ki dan Song Hye Kyo Bakal cerai

Daftar Polwan Cantik yang Viral di Medsos, Pemburu Begal Hingga Berpakaian Seksi ke Lokasi Hiburan

Pada tahun 1585–1604, dia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.

Ia memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid).

Pada 11 September 1599, ia berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda.

Ia pun mampu memenangi duel satu lawan satu dengan Cornelis de Houtman di atas geladak kapal.

Atas keberaniannya itulah ia mendapatkan gelar Laksamana dan dikenal dengan nama Laksamana Malahayati. 

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ika Chandra Viyatakarti
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved