Beras Bulog Menumpuk di Gudang, DPR Minta Bulog Berinovasi dalam Penyaluran

“Bulan-bulan sekarang, sampai Agustus jangan jor-joran operasi pasar, kasihan petani karena harga gabah sudah pasti tertekan.

Beras Bulog Menumpuk di Gudang, DPR Minta Bulog Berinovasi dalam Penyaluran
Tribunnews.com/Jeprima
ILUSTRASI Gudang Bulog. Petugas angkut tampak menata tumpukan karung beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Menumpuknya beras jutaan ton di gudang Bulog dan rusaknya sebagian dari beras itu dikritisi sejumlah pihak.

Perpanjangan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) menjadi langkah perputaran stok Perum Bulog.

Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasludin menilai, inovasi yang dilakukan oleh Bulog dengan menjual beras dalam kemasan atau sachet tidaklah efektif. Inovasi tersebut dinilai sangat kalah bersaing dengan pasar beras lainnya.

"Sekarang menjual dengan sachet, kalah sama pemain besar. Bulog harusnya jangan main ketengan seperti itu, harusnya bermain skala besar," kata Andi, Rabu (26/6).

Menurutnya salah satu penyebab menumpuknya beras di gudang-gudag karena program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak mewajibkan diambil dari Bulog.

Untuk itu, dia mengusulkan, selain ditugaskan untuk menyerap, Bulog dapat diberikan kewenangan untuk menyalurkan.

"Intinya, bagaimana keluarkan dulu itu beras. Misalnya untuk rastra (beras sejahtera), bikin saja aturannya," tuntutnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengatakan, jutaan beras menumpuk di gudang lantaran Bulog tak dapat mensuplai beras ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) secara maksimal.

Dikatakan keduanya, dewan sebetulnya telah mengingatkan Bulog untuk segera mensinkronisasikan data beras, mulai dari stok di gudang Bulog, produksi hingga kebutuhannya. Namun, manajemen sinkronisasi ini sepertinya belum terlaksana.

“Sehingga, walaupun perlu impor tetapi terbatas dan bisa dikendalikan sehingga tidak mengganggu harga gabah di petani (harga gabah tidak jatuh, petani tidak dirugikan) dan tidak kelebihan stok di Bulog,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved