Film

Ayushita Nugraha: Ningsih di Film Perburuan itu Mempunyai Jiwa Seperti Kartini

Ayushita Nugraha akan memainkan peran barunya sebagai Ningsih di film Perburuan yang ceritanya diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer.

Ayushita Nugraha: Ningsih di Film Perburuan itu Mempunyai Jiwa Seperti Kartini
Instagram @falconpictures_
Bintang film Ayushita Nugraha ketika meluncurkan poster film Perburuan di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019). Ia memerankan tokoh Ningsih di film Perburuan. 

Tidak mudah bagi Ayushita Nugraha ketika diminta sutradara Richard Oh memerankan tokoh Ningsih di film Perburuan.

Selain karakter yang dimainkannya itu berat, Ayushita Nugraha juga harus bisa menjiwai peran Ningsih.

Seperti Adipati Dolken yang menjadi lawan mainnya dan berperan sebagai Hardo di film Perburuan, Ayushita Nugraha juga tidak mudah memainkan peran Ningsih tersebut.

Dua bintang film Indonesia, Adipati Dolken dan Ayushita Nugraha, berpose bersama sutradara Richard Oh dan produser Falcon Pictures Frederica, serta Angga, salah satu susu Pramoedya Ananta Toer, ketika meluncurkan poster film Perburuan di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).
Dua bintang film Indonesia, Adipati Dolken dan Ayushita Nugraha, berpose bersama sutradara Richard Oh dan produser Falcon Pictures Frederica, serta Angga, salah satu susu Pramoedya Ananta Toer, ketika meluncurkan poster film Perburuan di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019). (Instagram @falconpictures_)

"Ningsih di film Perburuan ini bisa dibilang mempunyai jiwa seperti Kartini. Dia memperjuangkan kemandirian perempuan, karena dia juga diceritakan sebagai perempuan mandiri," jelas Ayushita Nugraha di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

Untuk mendalami karakter Ningsih, Ayushita Nugraha banyak berdiskusi bersama sutradara dan membaca novel Perburuan karya Pramoedya Ananta Toer.

Upaya Richard Oh Menangkap Karya Mendiang Pramoedya Ananta Toer Melalui Film Melalui Perburuan

Mendalami Peran Ningsih di Film Perburuan, Ayushita Nugraha Banyak Berdiskusi Bersama Richard Oh

Setelah mendapatkan kesimpulan dari kisah yang diungkapkan Richard Oh, Ayushita Nugraha baru mendalami peran Ningsih.

"Baru setelahnya mempelajari peran Ningish base on karakter, termasuk memahami latar belakang karakter tersebut. Aku merasakan ada banyak bahasa formal dalam dialog di film ini," kata Ayushita Nugraha.

Ningsih, seperti dikisahkan dalam Novel Perburuan, bekerja sebagai guru yang menjalin asmara bersama Hardo.

Dua bintang film ternama Indonesia, Adipati Dolken dan Ayushita Nugraha, ketika meluncurkan poster film Perburuan di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).
Dua bintang film ternama Indonesia, Adipati Dolken dan Ayushita Nugraha, ketika meluncurkan poster film Perburuan di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019). (Instagram @falconpictures_)

Angga, salah satu cucu mendiang Pramoedya Ananata Toer, menceritakan, Novel Perburuan ditulis kakeknya pada 1949.

"Novel Perburuan ini ditulis Eyang Pramoedya ketika masih berada didalam penjara Bukit Duri. Saat itu, Eyang Pram dipenjarakan pemerintah Belanda," kata Angga.

Naskah dalam Novel Perburuan ini kemudian diselundupkan Pramoedya Ananta Toer melalui Prof GJ Resink, sahabatnya, hingga naskah tersebut sampai dan diterima HB Jassin.

Dua bintang film Indonesia, Adipati Dolken dan Ayushita Nugraha, berpose bersama sutradara Richard Oh dan produser Falcon Pictures Frederica, serta Angga, salah satu susu Pramoedya Ananta Toer, ketika meluncurkan poster film Perburuan di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).
Dua bintang film Indonesia, Adipati Dolken dan Ayushita Nugraha, berpose bersama sutradara Richard Oh dan produser Falcon Pictures Frederica, serta Angga, salah satu susu Pramoedya Ananta Toer, ketika meluncurkan poster film Perburuan di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019). (Instagram @falconpictures_)

HB Jassin kemudian mengikutsertakan naskah Perburuan tulisan Pramoedya Ananta Toer tersebut ke sayembara gelaran Balai Pustaka tahun 1949, dan sukses meraih juara pertama.

Selain Adipati Dolken dan Ayushita Nugraha, film Perburuan yang mengisahkan tokoh Hardo yang berjuang sebagai tentara PETA.

Hardo juga menjadi buruan tentara Jepang ini juga melibatkan Ernest Samudra sebagai Dipo, Khiva lshak sebagai Karmin, dan Michael Kho sebagai Shidokan.

Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved