Berita Jakarta

Aksi Damai di Sekitar Patung Kuda dan Monas Membuat Bahagia Pedagang Kaki Lima

Unjuk rasa di kawasan Monas dan Patung Kuda Arjuna malah disyukuri sejumlah pedagang yang meraih omzet lumayan

Aksi Damai di Sekitar Patung Kuda dan Monas Membuat Bahagia Pedagang Kaki Lima
Wartakotalive/Dwi Rizki
Ari penjual tikar di seputar Patung Kuda dan Monas 

Panas dan penuh sesak, suasana selama aksi damai Halal Bihalal yang digelar di Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat yang digelar sejak tanggal 14 Juni 2019 hingga hari ini, Kamis (27/6/2019) tidak dikeluhkan para pedagang kaki lima.

Mereka justru bersyukur aksi unjuk rasa terus digelar.

Rasa syukur itu disampaikan oleh Ari (45) pedagang tikar di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Sebab berbeda dengan aksi unjuk rasa berbau politik umumnya, aksi damai bertajuk halal bihalal dan Tahlil Akbar yang digelar selama persidangan sengketa Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) itu diakuinya membawa rezeki.

Wali Kota Risma Sakit Ditangani 15 Dokter, Menteri Susi Punya Kenangan Istimewa

Tikar berbahan kertas yang dilapisi plastik itu katanya sangat laku terjual, khususnya jelang Salat zuhur dan ashar. 

Pasalnya tikar yang semula merupakan karung bekas itu katanya digunakan peserta aksi sebagai alas salat.

"Saya bawa 150 biji hari ini, soalnya rata-rata laku segitu. Apalagi sekarang ini, pasti makin rame yang dateng, 50 di tangan, 100 ada di motor," ungkapnya ditemui sela-sela aksi di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (27/6/2019).

Mahfud MD dan Refly Harun Sebut MK Pernah Diskualifikasi Pemenang Pilkada yang Tak Penuhi Syarat

Soal omset, warga Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten itu menyebut dapat meraup sekitar Rp 500.000 hingga Rp 750.000 per hari.

Menurut Ari, keuntungan bersih dari hasil penjualan tikar yang dijualnya seharga Rp 5.000 per lembar itu sekitar Rp 300.000 hingga Rp 500.000 per hari.

"Tiker ini sebenarnya karung yang saya beli dari pengepul di Pasar Kemis, Tangerang, saya beli satu iket isi 100, harganya Rp 200.000. Tapi kondisinya masih kotor, jadi harus dibersihin dulu terus didedel (bongkar) jahitan karungnya supaya lebar," tuturnya.

Ditemui terpisah, Andi (33) pedagang kopi sepeda keliling juga mengaku meraup untung hingga ratusan ribu rupiah dalam sehari.

Pedagang minuman berjualan di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (27/6/2019) jelang sidang putusan MK
Pedagang minuman berjualan di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (27/6/2019) jelang sidang putusan MK (Wartakotalive/Dwi Rizki)

Keuntungan tersebut katanya didapatkan hanya pada saat aksi, sebab bila hari biasa, petugas Satpol PP seringkali mengusir bahkan merampas dagangannya.

"Bersyukur banget adanya demo ini, jadi ibaratnya ini pedagang lagi lebaran. Kalau biasanya boro-boro bisa jualan, yang ada kita ditangkap Satpol PP," ungkap pria asal Madura itu.

Suasana di sekitar aksi damai Halalbihalal dan Tahlil Akbar yang digelar di sekitar Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (27/6/2019) kian ramai.

Para jemaah terlihat datang bersusulan dan mengerumun di sekeliling mobil orator yang berjalan pelan menuju gedung Mahkamah Konstitusi.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved