Tiket Pesawat

TERUNGKAP! Tingginya Harga Tiket Pesawat Bikin Indistri Hotel di Tanah Air Jadi Begini

Bisnis hotel menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat tingginya harga tiket pesawat terbang sejak akhir tahun lalu.

TERUNGKAP! Tingginya Harga Tiket Pesawat Bikin Indistri Hotel di Tanah Air Jadi Begini
photocollage/wartakotalive.com/tribunnews.com/traveloka
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memberi peringatan Garuda Indonesia dan Traveloka karena menjual tiket pesawat Bandung-Medan, Sumatera Utara, sebesar Rp 21 juta. 

Bisnis hotel menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat tingginya harga tiket pesawat terbang sejak akhir tahun lalu.

Manajemen hotel mengalami penurunan pendapatan lantaran okupansi atau tingkat isian kamar mengalami penurunan drastis.

Metty Yan Harahap selaku Corporate Director of Marketing Waringin Hospitality mengungkapkan, tingginya harga tiket berdampak langsung kepada pendapatan hotel lantaran tamu-tamu dari luar kota banyak yang menunda bahkan mengurungkan niatnya bepergian.

Kondisi tersebut, kata dia, diperparah dengan situasi politik dan situasi ekonomi yang hingga saat ini masih belum menentu.

"Adanya kenaikkan tiket pesawat, keadaan ekonomi dan suasana politik yang tidak kondisif membut tamu-tamu dari luar kota mengalami penurunan sampai 45 persen. Banyak di antaranya yang menunda atau mengubah reservasi hotel dengan alasan yang sama," kata Metty dihubungi Warta Kota pada Rabu (26/6/2019).

Kue pendapatan hotel makin berkurang lantaran agen perjalanan yang kerap datang membawa tamu rombongan dalam jumlah besar saat ini juga sedang mengalami kelesuan bisnis serupa.

 Begini Nasib Terkini Angelina Sondakh Mantan Istri Adjie Massaid yang Dipenjara 7 Tahun

 Pengantin Baru Tewas Berhubungan 48 Jam Maraton, Pengakuan Suami Lakukan Hal yang Sadis

 Ternyata Ini Alasan BPN Tetap Optimis Bakal Memenangkan Gugatan di MK, Hakim Sudah Kantongi Putusan

 Kapolri Sudah Larang Demo di Depan MK, Polisi Pastikan Berhak Bubarkan Demo Tak Sesuai Aturan

"Jumlah tamu rombongan berkurang sangat drastis hingga 90 persen. Ini sebagai dampak rombongan dari luar daerah juga menunda kedatangan akibat tingginya harga tiket pesawat," terangnya.

Kata Metty, pihak hotel kini hanya mengandalkan free individual travel (FIT) yang memiliki urusan yang tidak bisa ditunda. Juga, di moment lebaran ini, hotel sedikit terbantu di segmen family.

"Pendapatan kita dicover dengan income F & B dan tamu-tamu walk-in, FIT, serta family karena mungkin asisten rumah tangga mereka belum kembali," kata Metty.

Hingga pada bulan April 2019, Waringin Hospitality Hotel Group sudah memiliki 20 unit hotel yang telah beroperasi, yang telah tersebar di beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, Jambi, Surabaya, Sidoarjo, Jember, dan Banyuwangi.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved