Pemilu 2019

Sempat Dikabarkan 500 Petugas KPPS Meninggal karena Diracun, Langsung Dibantah Peneliti UGM

Omongan hoax Ustadz Rahmat Baequni soal meninggalnya ratusan petugas KPPS diungkap oleh Tim Peneliti UGM.

Sempat Dikabarkan 500 Petugas KPPS Meninggal karena Diracun, Langsung Dibantah Peneliti UGM
Warta Kota/Gopis Simatupang
Ahmad Fauzi, anggota KPPS di TPS 65 Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, meninggal dunia karena sakit, Kamis (2/5/2019) pagi dan dimakamkan tak jauh dari rumahnya pada hari yang sama. 

TERUNGKAP penyebab 500 anggota KPPS meninggal, bukan karena  diracun seperti dibilang salah seorang penceramah, Ustadz Rahmat Baequni.

Omongan hoax Ustadz Rahmat Baequni soal meninggalnya ratusan petugas KPPS diungkap oleh Tim Peneliti UGM.

Seperti dilansir Wartakotalive.com dari Kompas.com, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada ( UGM ) mengungkap penyebab meninggalnya 527 jiwa (data Kementerian Kesehatan RI) petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS ).

Berdasarkan kajian yang dilakukan tim peneliti, tidak ditemukan adanya racun yang menyebabkan  meninggalnya KPPS.

Rahmat Baequni Ditangkap karena Hoaks Petugas KPPS Diracun dan Fitnah Densus 88, Ini Jawabannya

Namun demikian, hasil penelitian menunjukan penyebab anggota KPPS meninggal disebabkan karena sejumlah penyakit.

"Data kami menunjukan bahwa semua yang meninggal itu disebabkan oleh penyebab natural. Semuanya disebabkan oleh problem kardiovaskuler, entah jantung, stroke atau gabungan dari jantung dan stroke," kata Koordinator Peneliti UGM, Abdul Gaffar Karim di gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).

"Kami sama sekali tak menemukan indikasi misalnya diracun atau sebab-sebab lain yang lebih ekstrim," sambungnya mengatakan.

Saksi BONGKAR Daftar Kecurangan Paslon 01 dari Keterlibatan Moeldoko sampai KPPS Coblosi Surat Suara

Ani Hasibuan Dokter Bongkar Kematian Anggota KPPS Nilai Ada Kejanggalan Penanganan Laporan Kasusnya

Selain itu, berdasarkan hasil otopsi verbal yang dilakukan tim peneliti, ditemukan bahwa rata-rata beban kerja petugas KPPS sangat tinggi.

Tidak hanya selama hari pemungutan suara, tetapi juga sebelum dan sesudahnya.

Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa tuntutan dan keterlibatan petugas KPPS sangat tinggi sehingga menyebabkan kelelahan yang berujung pada sakit atau bahkan kematian.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved