Kelistrikan

Pasokan Listrik dan Kebutuhan Industri Harus Sinkron, PLN Siap Topang Kebutuhan Listrik Industri

Pasokan Listrik dan Kebutuhan Industri Harus Sinkron, PLN Siap Topang Kebutuhan Listrik Industri

Pasokan Listrik dan Kebutuhan Industri Harus Sinkron,  PLN Siap Topang Kebutuhan Listrik Industri
Tribunnews.com
Petugas memperbaiki trafo PLN. 

Salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi, mendorong investasi, dan pemerataan industri adalah listrik.

Kestabilan pasokan listrik merupakan kunci pertumbuhan industri modern yang akan memacu peningkatan perekonomian nasional.

“Saya melihat PLN lebih dari siap dalam upaya memenuhi kebutuhan dan pertumbuhan dunia industri.

Ini prestasi PLN, dan pemerintah seyogyanya mensinkronkan antara rencana industrial dengan kapasitas pasokan (listrik) yang sudah disiapkan PLN.”

Demikian pendapat Prof. Iwa Garniwa Mulyana, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua STT-PLN periode 2019 – 2023, Mei 2019 dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (25/6/2019).

Kesiapan PLN dalam menjaga kelangsungan industri, bisa disaksikan melalui upaya PLN dalam memastikan pasokan listrik yang andal bagi Kawasan-kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), dan pelanggan-pelanggan besar lainnya.

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, total daya yang dipasok PLN untuk pelanggan besar adalah 22.461 Mega Volt Ampere (MVA).

Sementara pelanggan yang sudah tersambung hingga Oktober 2018 adalah 810 MVA. (sumber: http//www.bumn.go.id/pln/berita/1-Keandalan-Pasokan-Listrik-Jadi-Kunci-Pengembangan-Kawasan-Industri-Modern).

Secara umum, Iwa menilai kesiapan infrastuktur PLN juga sudah lebih dari cukup dalam upaya memenuhi pasokan listrik yang dibutuhkan industri modern.

Namun ada fakta bahwa pertumbuhan dunia industri ternyata tidak sesuai harapan, hal itu menurutnya bukan tanggung jawab PLN.

Dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT Perusahaan Listrik Negara/PT PLN (Persero) 2019-2028, yang dipaparkan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Januari lalu, penambahan infrastruktur ketenagalistrikan yang direncanakan hingga 2028 terperinci sebagai:

Halaman
1234
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved