Muddai Maddang Terancam Batal Ikut Pemilihan Ketua Umum KONI Pusat

Muddai Madang terancam batal mengikuti pemilihan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023.

Muddai Maddang Terancam Batal Ikut Pemilihan Ketua Umum KONI Pusat
Warta Kota/Istimewa
Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman (kelima dari kiri bawah) berpose bersama kepengurusan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) periode 2015-2019 di bawah pimpinan Marciano Norman (keempat dari kiri bawah). 

Kurangnya dukungan dari unsur Konida yang dimiliki Muddai Madang "terendus" saat penyerahan berkas pencalonan kepada TPP di Sekretariat TPP lantai 11 Gedung KONI Pusat Jakarta, 21 Juni yang lalu.

Ketika dimintai penjelasan oleh awak media terkait dukungan yang dimilikinya, Muddai enggan menjelaskan secara rinci. Muddai hanya menyebutkan bahwa jumlah dukungan yang dimilikinya sudah cukup untuk mendaftar sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Pusat 2019-2023.

"Tentu saya berani mendaftar karena sudah memenuhi syarat dukungan. Saya didukung oleh 34 anggota KONI Pusat. Induk cabor dan KONI Daerah statusnya sama, sama-sama anggota KONI yang memiliki hak suara. Berdasarkan AD/ART KONI Pusat tidak ada kekhususan di antara keduanya," ucap Muddai ketika itu.

Nasib Muddai di kancah pemilihan Ketua KONI Pusat 2019-2023 kini berada di tangan TPP yang sedang melakukan verifikasi dan validasi berkas pencalonan para kandidat.

Rencananya, Rabu (26/6/2019) hari ini, TPP akan mengumumkan dan menyampaikan secara resmi kepada dua kandidat yang akan maju pada pemilihan yaitu Muddai Madang dan Marciano Norman, apakah berkas pencalonan mereka memenuhi syarat atau tidak.

Nantinya, hasil pemeriksaan berkas yang dilakukan oleh TPP akan dibawa ke sidang pada Musornaslub KONI Pusat 2 Juli mendatang di Jakarta. Sidang akan memutuskan apakah pencalonan Muddai dan Marciano sah atau tidak.

Editor: Eko Priyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved