Muddai Maddang Terancam Batal Ikut Pemilihan Ketua Umum KONI Pusat

Muddai Madang terancam batal mengikuti pemilihan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023.

Muddai Maddang Terancam Batal Ikut Pemilihan Ketua Umum KONI Pusat
Warta Kota/Istimewa
Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman (kelima dari kiri bawah) berpose bersama kepengurusan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) periode 2015-2019 di bawah pimpinan Marciano Norman (keempat dari kiri bawah). 

Langkah Muddai Madang untuk maju sebagai calon Ketum KONI Pusat periode 2019-2023, terancam.

Muddai Maddang dianggap tidak memiliki dukungan yang cukup dari KONI Daerah untuk maju sebagai bakal calon Ketua Umum KONI Pusat pada Musornaslub KONI 2019 yang berlangsung di Jakarta, 2 Juli mendatang.

Sekretaris Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bakal calon Ketua Umum KONI Pusat 2019-2023, Eman Sumusi ketika dikonfirmasi menjelaskan syarat-syarat yang wajib dipenuhi setiap calon Ketua Umum KONI Pusat.

"Kami TPP Tupoksinya menjaring dan menyaring bakal calon dan atau calon. Kami verifikasi dan validasi berkas administrasi dan dukungannya sesuai ketentuan. Hasil verifikasi dan validasi berkas dan dukungan kami simpulkan memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat. Dan memberitahukan kepada yang bersangkutan," kata Eman.

"Proses dan hasil kerja kami (TPP), kami laporkan dan sekaligus sampaikan lengkap kepada Musornas melalui pimpinan sidang untuk disahkan dan ditetapkan. Bagi yang memenuhi syarat tentunya disahkan sebagai calon Ketua Umum dan wajib menyampaikan visi dan misi dan selanjutnya dipilih," sambung Eman.

Eman menegaskan jika seorang kandidat tidak memenuhi syarat dukungan 10 KONI Daerah dan 21 cabang olahraga (cabor) sebagaimana aturan yang berlaku, otomatis pencalonannya akan dinyatakan tidak memenuhi syarat.

"Kembali ke aturan. Jelas dalam peraturan yang mengatur persyaratan untuk maju sebagai bakal calon harus mengantongi dukungan dari 21 cabor dan 10 Konida (KONI Daerah). Kalau aturan persyaratan tersebut tidak dipenuhi otomatis pencalonannya tidak memenuhi syarat," kata Eman.

Berdasarkan peraturan pemilihan yang berlaku, untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Pusat pada Musornaslub nanti, setiap kandidat harus didukung minimal oleh 21 induk cabor dan 10 Koni Daerah yang merupakan anggota pemilik hak suara (voters) KONI Pusat.

Namun 26 KONI Daerah se-Indonesia dikabarkan telah memberikan dukungannya secara resmi dalam bentuk tertulis kepada kandidat lainnya yaitu Marciano Norman.

Artinya, dukungan dari unsur KONI Daerah hanya tersisa delapan (8). Padahal sesuai aturan syarat untuk bisa sebagai calon Ketua Umum KONI Pusat 2019-2023, sekurang-kurangnya harus didukung oleh 10 KONI Daerah dan 21 cabor.

Halaman
12
Editor: Eko Priyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved