Meski Diblokir dan Diancam Massa, Pihak Angkasa Pura II Tetap Bangun Landasan Pacu 3 Bandara Soetta

"Targetnya Juli 2019 ini sudah beroperasi. Makanya kami kebut dan terus dilakukan pembangunan," ucapnya.

Meski Diblokir dan Diancam Massa, Pihak Angkasa Pura II Tetap Bangun Landasan Pacu 3 Bandara Soetta
Warta Kota/Andika Panduwinata
Lagi, warga berdemo di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), dan demo warga di Bandara Soetta soal pembebasan lahan runway 3 Bandara Soetta, Rabu (26/6/2019). 

Meskipun mendapatkan perlawanan atau ancaman dari massa, proyek pembangunan runway (landasan pacu) 3 Bandara Soetta dipastikan terus berjalan.

“Walau ada masalah di lapangan, kami akan musyawarah dengan warga,” ujar Vice President (VP) Corporate Communication PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano, kepada Wartakotalive.com, Rabu (26/6/2019).

Ancamannya pun semakin frontal. Massa berencana menerbangkan layang - layang untuk mengganggu aktivitas penerbangan pesawat di Bandara Soetta. 
Aksi warga ini disebabkan lantaran mereka tak kunjung mendapat ganti rugi dari dampak proses pembangunan landasan pacu pesawat atau runway 3 Bandara Soetta.
Rumah mereka pun tergusur dan tidak terima dengan kebijakan dari PT Angkasa Pura II. 

Pembangunan landasan pacu pesawat ketiga Bandara Soetta ini bahkan dikerjar target. Dan dalam waktu dekat ini harus rampung pengerjaannya. 

"Targetnya Juli 2019 ini sudah beroperasi. Makanya kami kebut dan terus dilakukan pembangunan," ucapnya. 
Presiden Joko Widodo pun sempat melakukan peninjauan langsung ke proyek itu pada Jumat (21/6/2019) lalu. Dirinya berharap agar runway 3 Bandara Soetta dapat beroperasi sesegera mungkin.

Ruas Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno Hatta kini masih lumpuh total.

Sudah tiga hari ini, warga Desa Rawa Rengas, Kabupaten Tangerang memblokir jalan tersebut terkait dampak pembebasan lahan pembangunan landasan pacu pesawat atau runway 3 Bandara Soekarno Hatta.

Pantauan Warta Kota di lokasi, Rabu (26/6), jalur tersebut masih ditutup. Warga memblokade jalan dengan bongkahan batu, kayu, dan juga pohon pisang.

“Saya kesal sudah bertahun-tahun belum ada ganti rugi makanya tetap bertahan,” ujar Mulya (44) satu dari pengunjuk rasa, Rabu (26/6/2019).

Menurutnya, pihaknya hingga kini belum mendapatkan kejelasan dari jajaran PT Angkasa Pura II. Ia mengaku akan terus melakukan aksi terkait persoalan ini.

“Malah kami mau diusir paksa dari rumah. Mau digusur buat dibangun runway,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Rohani. Nenek berusia 70 tahun itu merasa cemas dan ketakutan.

“Saya tinggal di sini sudah 70 tahun. Tiba-tiba saja mau digusur,” kata Rohani.

Proses ganti rugi

Sementara itu kata Yado Yarismano, pihaknya telah melakukan proses ganti rugi sesuai aturan hukum. Proses konsinyasi dilakukan dan uang ganti rugi dititipkan di Pengadilan Negeri Tangerang.

“Uang ganti rugi sudah dibayar melalui proses konsinyasi. Karena memang ada sengketa kepemilikan sertifikat antara warga dengan warga lainnya di daerah itu,” papar Yado.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved