Tiket Pesawat Mahal

KPPU Klaim Kantongi Dua Alat Bukti Adanya Dugaan Kartel yang Sebabkan Harga Tiket Pesawat Mahal

Kami menemukan indikasi-indikasi yang mengarah untuk ditemukannya dua alat bukti dalam dugaan kartel tersebut

KPPU Klaim Kantongi Dua Alat Bukti Adanya Dugaan Kartel yang Sebabkan Harga Tiket Pesawat Mahal
Istimewa
ilustrasi makapai garuda. 

Selain penyelidikan dugaan kartel tiket pesawat, KPPU juga meningkatkan status dugaan kartel tarif kargo maskapai dari penelitian ke penyelidikan.

Belasan Wanita Terapis Pijat Plus-plus Tarik Selimut Tutupi Wajah karena Malu Terjaring Razia

Dengan menaikkan status ini, maka KPPU akan dapat memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintakan keterangan dan alat bukti lainnya.

Kartel adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi.

Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara.

Rizal Ramli Sudah Mengingatkan Jokowi Soal Kebijakan Sri Mulyani yang Berdampak Buruk pada Indonesia

Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam lingkup nasional maupun internasional, formal maupun informal.

Sama halnya dengan dugaan kartel tiket pesawat dan kargo maskapai, KPPU juga menaikkan status penelitian dugaan rangkap jabatan (cross ownership) di Garuda Indonesia dan Sriwijaya menjadi penyelidikan.

Hal ini diputuskan setelah KPPU melakukan serangkaian kegiatan penelitian dengan mengumpulkan keterangan dan data yang komprehensif dari Pihak-pihak terkait.

Audisi Indonesian Idol Season 10 Akan Hadir DI 11 Kota

Selain 3 (tiga) penelitian yang naik statusnya menjadi penyelidikan di atas, KPPU juga telah memutuskan dugaan kartel bagasi antar maskapai penerbangan masuk dalam tahap penelitian.

Penanganan Perkara di KPPU diatur dalam Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Penanganan Perkara.

Selain dari laporan masyarakat, KPPU memiliki kewenangan untuk melakukan penelitian inisiatif terhadap aktivitas bisnis yang diduga melanggar UU No.5 Tahun 1999. (MZ)

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved