Tiket Pesawat Mahal

KPPU Klaim Kantongi Dua Alat Bukti Adanya Dugaan Kartel yang Sebabkan Harga Tiket Pesawat Mahal

Kami menemukan indikasi-indikasi yang mengarah untuk ditemukannya dua alat bukti dalam dugaan kartel tersebut

KPPU Klaim Kantongi Dua Alat Bukti Adanya Dugaan Kartel yang Sebabkan Harga Tiket Pesawat Mahal
Istimewa
ilustrasi makapai garuda. 

Jika dari evaluasi terbukti hambatan kasus karena absensi para pelaku usaha terkait, maka KPPU akan segera menyerahkan masalah ini kepada penyidik kepolisian.

Mobil Boks Terjun ke Cengkareng Drain Saat Menyalip dan Menghindari Tabrakan dengan Sebuah Kendaraan

“Kami akan gunakan sesuai yang tertuang dalam UU No 5/1999 tentang KPPU," kata Guntur Syahputra Saragih.

Dalam perkara ini, KPPU menilai ada dugaan pelanggaran persaingan usaha dari kerja sama operasional yang dilakukan oleh Garuda Indonesia dan Sriwijaya.

Salah satunya karena KPPU menemukan bukti permulaan berupa rangkap jabatan jajaran direksi Garuda di Sriwijaya.

Oknum Berinisial M Pemaki Tukang Nasi Bebek di Bekasi Akhirnya Dikenakan Sanksi Hormat Bendera

Rangkap jabatan ini dilakukan oleh Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dengan menduduki kursi Komisaris Utama Sriwijaya Air.

Rangkap jabatan tersebut bermula saat Garuda melalui anak usahanya Citilink Indonesia mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan entitas anaknya, Nam Air.

Dua Alat Bukti

Komisioner KPPU Guntur Saragih memberikan penjelasan kepada rekan-rekan media terkait dengan perkembangan isu persaingan usaha terkini dalam acara forum jurnalis hari ini.

Hal yang menarik dalam acara tersebut adalah pemberitahuan terkait meningkatnya status dugaan kartel tiket pesawat terbang dari penelitian menjadi penyelidikan.

“Hal ini diputuskan dalam Rakom (Rapat Komisi-red) yang baru berlangsung karena ditemukan indikasi-indikasi yang mengarah untuk ditemukannya dua alat bukti dalam dugaan kartel tersebut” ujar Guntur seperti dikutip situs KPPU.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved