Tiket Pesawat Mahal

KPPU Klaim Kantongi Dua Alat Bukti Adanya Dugaan Kartel yang Sebabkan Harga Tiket Pesawat Mahal

Kami menemukan indikasi-indikasi yang mengarah untuk ditemukannya dua alat bukti dalam dugaan kartel tersebut

KPPU Klaim Kantongi Dua Alat Bukti Adanya Dugaan Kartel yang Sebabkan Harga Tiket Pesawat Mahal
Istimewa
ilustrasi makapai garuda. 

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang tengah mendalami dugaan kartel tiket pesawat.

Juga angkutan kargo serta rangkap jabatan yang dilakukan oleh Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

Penyelidikan dibuat sulit lantaran dua maskapai tersebut tidak koperatif.

Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Anjlok Hingga Jutaan Orang Karena Tiket Pesawat Mahal

Harga Tiket Pesawat Melambung, Jokowi Bakal Masukkan Maskapai Asing Ini

Kemenhub Sebut, Justru Harga Tiket Pesawat saat Mudik Lebaran lebih Murah dari Tahun Lalu

Juru bicara KPPU Guntur Syahputra Saragih mengatakan, pihaknya kesulitan untuk meminta keterangan dua maskapai itu guna menuntaskan kasus ini.

“Jadi kami memberikan warning kepada pelaku usaha terkait untuk bisa bekerja sama dengan kami," terang Guntur kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).

Ternyata Ini Alasan BPN Tetap Optimis Bakal Memenangkan Gugatan di MK, Hakim Sudah Kantongi Putusan

Menurut Guntur, hingga saat ini KPPU masih menunggu para pelaku usaha dua maskapai itu untuk bersedia diambil keteranganya.

KPPU, sambung Guntur, terpaksa bakal menyerahkan penyelidikan kasus ini kepada pihak Kepolisian jika mereka terus mangkir.

Itu artinya, jika kasus ini ditangani Kepolisian para pelaku usaha bakal dijerat dengan perkara pidana karena dianggap telah menghalang-halangi proses penyelidikan yang dilakukan KPPU.

Pasokan Listrik dan Kebutuhan Industri Harus Sinkron, PLN Siap Topang Kebutuhan Listrik Industri

"Saya harap bisa segera akomodatif atau kami akan masukkan kepada pelanggaran pidana," ujar Guntur Syahputra Saragih.

Guntur Syahputra Saragih mengatakan, KPPU dalam waktu dekat akan memanggil investigator kasus tersebut untuk melakukan evaluasi.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved