Kisah Korban Perdagangan Manusia Modus Perjodohan, Diimingi Suami Kaya Raya Ternyata Kuli Bangunan

Saya diimingi-imingi uang, dibelikan emas, dikirimi uang ke orangtua, hidup berkecukupan, diperlakukan baik, bahkan kalau mau pulang diurusi

Kisah Korban Perdagangan Manusia Modus Perjodohan, Diimingi Suami Kaya Raya Ternyata Kuli Bangunan
jamaicaobserver.com
ILUSTRASI Perdagangan manusia atau human trafficking 

Puluhan perempuan dari Kalimantan Barat dan Jawa Barat diduga menjadi korban perdagangan orang ke China dengan modus perjodohan.

Ke-29 perempuan itu diincar para perekrut yang disebut "mak comblang" dengan iming-iming uang.

Mon, salah satunya. Dia terbuai janji manis teman perempuannya yang baru dikenalnya di media sosial.

KRONOLOGI Penggerebekan Mafia Perdagangan Manusia dengan Modus Pengantin Pesanan di Pontianak

Wiranto Heran Sembilan Korban Meninggal Kerusuhan 21-22 Mei 2019 Diributkan

Baru Sebulan Bebas, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Jadi Tersangka Lagi. Kali Ini Potong Dana SKPD

Oleh pria itu, Mon diiming-imingi akan dijodohkan dengan pria kaya raya asal China.

Saat itu kira-kira September 2018, Mon dan teman barunya itu bertemu di Singkawang, Kalimantan Barat.

Mon lalu dibawa ke rumahnya dan dikenalkan pada dua pria keturunan China, tetapi perempuan berusia 22 tahun ini menolak.

Rujak Cingur Rp 60 Ribu Bu Mella Kian Laris, Antrean Panjang. Tapi Ini yang Malah Dikeluhkan Pembeli

"Cowok yang satu sudah tua dan yang kedua agak-agak idiot gitu," ujar Mon di kantor LBH Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Keesokan harinya, Mon dipertemukan lagi dengan seorang pria asal China yang usianya 28 tahun.

Di situ, dia setuju untuk "dijodohkan" dengan rayuan dibelikan emas dan dikirimi uang setiap bulan ke orangtuanya yang tinggal di Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak, Kalbar.

Kapolri Sudah Larang Demo di Depan MK, Polisi Pastikan Berhak Bubarkan Demo Tak Sesuai Aturan

"Saya diimingi-imingi uang, dibelikan emas, dikirimi uang ke orangtua, hidup berkecukupan, diperlakukan baik, bahkan kalau mau pulang ke kampung akan diurus," tutur Mon.

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved