Kapolri Sudah Larang Demo di Depan MK, Polisi Pastikan Berhak Bubarkan Demo Tak Sesuai Aturan

Pasal 15 aparat keamanan dapat membubarkan demo,apabila dalam proses pembubaran melakukan perlawanan terhadap aparat, ada pasal-pasal yang dilanggar

Kapolri Sudah Larang Demo di Depan MK, Polisi Pastikan Berhak Bubarkan Demo Tak Sesuai Aturan
Warta Kota/Henry Lopulalan
Polisi amankan gedung MK di Jakarta Pusat, dengan kawat duri, Selasa (25/6/2019). 

Sebelumnya Anggota Persatuan Alumni atau PA 212 rencananya menggeruduk Mahkamah Konstitusi (MK) saat sidang pembacaan putusan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019, Kamis (27/6/2019).

Rencana aksi yang dilakukan PA 212 itu pun direspons oleh kubu Prabowo-Sandi.

Pihak Badan Pemenangan Nasional ( BPN) mengaku tak bisa melarangnya.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengaku pihaknya tidak bisa melarang massa turun ke jalan saat sidang putusan sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi (MK).

Rencana Halal Bihalal Persatuan Alumni 212 di MK Bukan Instruksi BPN, Kata Hendarsam Marantuko

Sebab, setiap masyarakat punya hak konstitusional untuk menyampaikan aspirasinya.

"Imbauan Prabowo sudah berulang, di sisi lain masyarakat punya hak konstitusional punya pandangan, masyarakat kita tak ingin dikendalikan pihak tertentu. Hak dasar saya pikir," kata Dahnil di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Hal ini disampaikan Dahnil menanggapi pendukung Prabowo dari Persatuan Alumni 212 yang hendak menggelar aksi di MK saat sidang putusan sengketa pilpres.

Dahnil mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak PA 212.

Jajaran Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mulai Gelar Operasi Bina Kependudukan

Namun, tetap tak bisa melarang agar mereka tidak ke MK.

"Kan itu hak konstitusional, gak bisa larang kalau ngotot," kata Dahnil.

Kalau pun aksi tetap dilakukan, Dahnil berharap akan berlangsung aman dan damai.

 Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Berhak Bubarkan Aksi Tak Berizin dan Tak Taati Aturan",  dan dengan judul "Tak Ingin Kerusuhan 21-22 Mei Terulang, Kapolri Larang Demo di Depan MK ",  Penulis : Devina Halim

Editor: Wito Karyono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved