Kebakaran
Demi Selamatkan Nyawa Putrinya, Ibu Ini Rela Tangan dan Wajahnya Terbakar Api
Peristiwa kebakaran di Jalan Swadaya V RT 09/RW 05 Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (26/6/2019) menyisakan kisah heroik layaknya superhero.
Penulis: Rangga Baskoro |
Peristiwa kebakaran di Jalan Swadaya V RT 09/RW 05 Kelurahan Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur pada Rabu (26/6/2019) menyisakan kisah heroik layaknya tokoh superhero dalam film-film Hollywood.
Adalah Ira (35), ibu dari Dita Indriani (18), yang rela mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan putrinya, Dita.
Di tengah kepungan api di lantai bawah rumahnya, Ira dengan berani berusaha membangunkan Dita Indriani yang masih berada di lantai 2 rumahnya, meski tangan dan wajahnya sudah mengalami luka bakar akibat terbakar api.
Berkat kegigihannya berusaha menolong putrinya, dibantu sejumlah warga, akhirnya nyawa Dita berhasil diselamatkan.
Dita Indriani menjadi satu dari tiga korban ledakan yang diduga dipicu lantaran kebocoran tabung gas.
• Begini Nasib Terkini Angelina Sondakh Mantan Istri Adjie Massaid yang Dipenjara 7 Tahun
• Pengantin Baru Tewas Berhubungan 48 Jam Maraton, Pengakuan Suami Lakukan Hal yang Sadis
• Ternyata Ini Alasan BPN Tetap Optimis Bakal Memenangkan Gugatan di MK, Hakim Sudah Kantongi Putusan
• Kapolri Sudah Larang Demo di Depan MK, Polisi Pastikan Berhak Bubarkan Demo Tak Sesuai Aturan
Ceritanya, guna menghindari kobaran api yang melahap di lantai 1 rumahnya, ia pun harus melompat dari lantai 2.
Dita menceritakan, ledakan tabung gas di rumahnya terjadi sekira pukul 07.50 WIB.
Lantaran ledakan tersebut, lantai 1 rumahnya yang terletak di Jalan Swadaya V RT 09/RW 05 Kelurahan Rawabunga, Jatinegara, terbakar kecil.
"Pas kejadian saya masih tidur, kebangun karena bunyi ledakan kencang itu. Saya tidur di lantai atas, pas saya mau turun ternyata bagian bawah sudah kebakaran," kata Dita di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (26/6/2019).
Dita menuturkan, sempat mencoba memadamkan api dari lantai atas, namun upaya tersebut tak berhasil karena si jago merah merambat cepat.
Saat kejadian, Dita menyebut ibunya, Ira (35) dan adiknya, Nisa (13) yang mengalami luka bakar hingga 50 persen di bagian wajah dan tangannya berada di lantai bawah.
• Masyarakat Dilarang Keras Beli Motor Berkode ST, Simak Penjelasan Polisi Soal Motor Berkode ST
• KEMUNCULAN Ani Yudhoyono Lewat Mimpi, Minta Ibas dan Aliya Rajasa Untuk Menjaga 3 Sosok Ini
• Baru Sebulan Bebas, Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Jadi Tersangka Lagi. Kali Ini Potong Dana SKPD
"Ibu sempat teriak bangunin saya, karena pas awal kejadian api memang sudah besar. Pas saya mau turun saya masih melihat ibu, tapi kalau Nisa saya enggak lihat. Api sudah besar," ujarnya.
Di tengah kepanikan karena nyawanya terancam, Dita mengaku sempat mendapati ibunya dalam keadaan terluka namun tetap berusaha menyelamatkan dia.
Dita mengaku kaget karena saat itu bagian wajah dan tangan ibunya sudah mengalami luka bakar namun masih dapat berdiri dan berusaha menolongnya.
"Saya lihat ibu, mukanya sudah terbakar. Tapi ibu masih bisa berdiri, ibu teriak-teriak minta saya biar cepat keluar karena rumah sudah terbakar," tuturnya.
Dita mencoba untuk keluar dari rumah melalui pintu utama di lantai 1, namun kobaran api mengurungkan niatnya.
Tak kehabisan akal, ia pun melihat para tetangga mencoba membantunya dari luar rumah.
"Tetangga teriak dan nyuruh saya lompat. Mereka siap tangkap, gitu katanya," ujar Dita.
Sebelum melompat, warga RT 09 sudah bergerombol di bawah dengan posisi tangan menadah agar Dita tak terluka parah ketika melompat.
"Saya disuruh loncat sama warga karena enggak ada akses lain. Di bawah warga sudah berkumpul, jadi spontan saya lompat. Di bawah saya ditangkap warga," lanjut Dita.
• Al Ghazali Susul Dul Jaelani Tinggal di Rumah Maia Estianty, Begini Curhatnya
• Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2019, Akankah Valentino Rossi Mengulang Kejayaan Dua Musim Silam?
Ketua Ketua RT 10/RW 05 Suryaman (49) yang rumahnya berada tepat di depan kediaman Dita mengatakan, saat kejadian ayah dan kakak Dita sedang bekerja sehingga tak berada di rumah.
Suryaman menyebutkan, saat kejadian Ira yang berdagang lauk-pauk di rumahnya sedang memasak segala keperluan dagangannya.
"Ibunya dagang lauk-pauk depan rumah, jadi pas kejadian sedang memasak. Anaknya itu lagi bantu-bantu masak, si Nisa memang sekolahnya masuk siang. Kalau Dita itu baru lulus SMA," jelas Suryaman. (abs)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dita-inggriani.jpg)