Bocah Cilik Bersepeda 4.600Km Membelah Amerika dari Seattle ke New York Demi Melihat Patung Liberty

Seorang bocah cilik berusia tujuh tahun bersepeda bersama ayahnya dari Seattle menuju Washington sejauh 4.600km untuk melihat Patung Liberty.

James Colver
James Colver (40) dan putranya Shepherd (7) pada 20 Mei 2019 memulai perjalanan membelah benua Amerika sejauh 4.600km dari Seattle ke New York. 

James Colver (40) seorang pesepeda di Amerika Serikat menemani Shepherd, putranya yang berusia tujuh tahun bersepeda jarak jauh dari rumah mereka di Seattle menuju New York sejauh 4.600km untuk melihat Patung Liberty.

Keduanya memulai perjalanan membelah benua Amerika sejauh 4.600 kilometer itu pada 20 Mei 2019 lalu.  Perjalanan diperkirakan akan memakan waktu sekitar empat bulan.

Colver memang tidak sembarangan mengajak anaknya yang tergolong sangat belia untuk bersepeda jarak jauh. 

Bersepeda di Eropa, Ini 7 Tempat Menakjubkan yang Wajib Anda Kunjungi di Benua Biru

Impian itu datang dari Shepherd sendiri, terinspirasi dari sang ayah yang juga seorang pesepeda jarak jauh.

Shepherd rupanya sering melihat kliping atau laman media yang memuat foto dan cerita perjalanan ayahnya.

Suatu saat Shepherd mengungkapkan impiannya untuk melihat Patung Liberty itu kepada Colver. 

PATUNG Liberty, New York, Amerika Serikat
PATUNG Liberty, New York, Amerika Serikat (makers.com)

Berbeda dari kebanyakan orang tua yang mungkin akan mengacuhkan bila anak mengungkapkan impian yang dirasa terlalu sulit diwujudkan atau menjawab 'nanti bila kau sudah besar bisa melakukannya', Colver langsung menjawab 'oke, mari kita lakukan'.

Colver yang berusia 40 tahun memang menghabiskan banyak waktu di usia 20-an tahun untuk melakukan perjalanan bersepeda jarak jauh. Terkadang untuk penggalangan dana atau eksplorasi pribadi ke sejumlah daerah. 

Mau Awet Muda, Bersepedalah Sekarang Juga

Tak heran bila ia menanggapi cerita Shepherd itu dengan sepenuh hati. 

“Saya duduk di dekatnya dan dia menjelaskan tentang keinginannya melihat Patung Liberty dengan bersepeda ke New York. Saya katakan kepadanya perlu kerja keras untuk itu,” kata Colver kepada Bicycling.com.

Dia tahu persis apa yang akan mereka hadapi berdua di perjalanan.

Bersepeda dari Swedia ke Nepal 13.000Km, Mendaki Mt Everest, Lalu Pulangnya Kembali Bersepeda

Karena itu ia langsung mengajak Shepherd untuk mempersiapkan perjalanan itu dengan mulai berlatih, meningkatkan asupan makanan dan minuman untuk menunjang kegiatan luar ruang bagi anak seusia Shepherd, terutama asupan protein dan kalorinya.

“Banyak juga orang yang terbelalak melihat dia duduk di suatu tempat dan melahap salad dalam porsi jumbo," tutur Colver. 

Mereka berlatih hampir setiap hari.

Selama seminggu mereka bersepeda ke sekolah Shepherd dan pulangnya mereka melewati jalan yang lebih jauh di sekeliling kota. 

Kuli Pasar di Sunter Bersepeda Menggapai Puncak Thorong La di Himalaya Nepal

Pada akhir pekan mereka bersepeda lebih lama lagi dan terkadang melakukan tur jarak dekat mengunjungi rumah teman atau kemping di suatu tempat. 

Daerah perbukitan di sekitar Seattle merupakan tempat yang sempurna untuk berlatih bagi Colver dan Shepherd. 

 

Colver juga memperkenalkan anaknya aturan lalu lintas dan bagaimana bersepeda dengan aman di jalanan.
Shepherd sudah mengerti harus berhenti saat lampu lalu lintas menyala merah dan di persimpangan jalan lebih berhati-hati sebelum jalan. 
Colver yakin bahkan anaknya itu akan lebih aman di atas sepedanya daripada kebanyakan orang dewasa.  

Setelah latihan mereka memadai, Colver mulai menghubungi sejumlah rekannya guna mencari sponsor untuk mendukung perjalanan mereka.

Butuh Tantangan, Nirina Zubir Akan Bersepeda dari Jakarta ke Bali

Shepherd lalu menulis surat ke produsen sepeda anak merk Woom dan dua minggu kemudian ia menerima sebuah sepeda.

Mereka juga menerima dukungan dari YMCA (Young Men's Christian Association) dan dapat menggunakan semua fasilitas YMCA secara gratis di jalanan yang mereka lalui. 

Setelah semuanya siap, Colver dan Shepherd memulai perjalanan mereka pada 20 Mei dari Anacortes, Washington yang menjadi titik awal rute bersepeda mereka melintasi jalur utara AS. 

Mereka akan tetap menempuh jalur utara itu sampai Chichago lalu mengambil rute lain menuju New York.

Suami Istri Ini Bersepeda dari Malang ke Kairo selama 304 Hari

Perjalanan diperkirakan memakan waktu empat bulan dan meski bukan jadi target utama, mereka berharap bisa tiba di tujuan pada ulang tahun Shepherd 13 September mendatang. 

Jika berhasil mencapai tujuan, Shepherd mungkin akan menjadi pesepeda jarak jauh termuda yang membelah AS meski rekor itu tak tercatat secara resmi hingga saat ini.

Mesk tak ada catatan resmi, sejauh ini Guinness mencatat CJ Burford sebagai pesepeda termuda yang melakukan perjalanan itu di jalur selatan pada usia sembilan tahun. 

Menurut rencana yang disusun Colver, mereka akan bersepeda 50-60 kilometer per hari disesuaikan dengan medan jalanan dan kondisi mereka. 

Colver berkeyakinan dalam bersepeda jarak jauh, semakin lambat mereka berjalan akan lebih banyak kesenangan yang didapat dari perjalanan dan mendukung mereka mencapai tujuan akhir.

Wow, Jurnalis Warta Kota Sendirian Bersepeda Menjelajah Himalaya

Dia juga berusaha peka mengamati kebutuhan putranya selama di perjalanan, termasuk kemampuannya menempuh jarak. 

Terkadang mereka berjalan sekitar 25-30km saja per hari atau memutuskan beristirahat sepanjang hari. Sejauh ini, jarak terjauh yang telah mereka tempuh mencapai 75km.

"Sebagai pelatih, saya haru benar-benar mendengarkan dia," tutur Colver.

Salah satu tantangan terbesar mereka adalah melintasi celah pegunungan Washington Pass di Cascades. 

Perjalanan Nafal Bersepeda Jarak Jauh Berakhir di Perbatasan India-Nepal

Mereka memerlukan waktu dua hari untuk melahap lintasan pegunungan sepanjang 56km dengan titik tertinggi 1.670m.

Namun melihat perjalanan mereka di Instagram dan Facebook, Shpherd terlihat menikmati betul perjalanannya itu. 

Dia seperti punya cara yang kreatif untuk melalui rintangan jalanan di Washington Pass di atas sepedanya. 

Jaga Bhumi Sambil Bersepeda dari Jakarta ke Surabaya

Salah satu caranya adalah mengayuh sambil bernyanyi, termasuk lagi hits Adele berjudul 'Hello". 

 

Namun yang terpenting dari bukanlah tujuan, tapi perjalanan itu sendiri. Mereka membuat rencana tidak terlalu kaku, tapi menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di perjalanan.

Mereka berhenti kapan saja dan mencoba berbagai kuliner lokal di setiap tempat yang dilalui.

Harganya lumayan murah bagi pesepeda, kata Colver.

Untuk menginap, mereka bergantian antara kemping dan tidur di penginapan. 

Tentu saja sepanjang jalan mereka mendapat banyak teman baru, termasuk dari komunitas sepeda setempat di sejumlah kota.

Indoor Cycling, Bersepeda Sambil Disko yang Mulai Digemari

Terkadang bahkan mereka menerima makanan dan minuman yang diberikan kenalan baru.

Suatu hari Shepherd berteman dengan seorang anak yang mengajarinya cara memancing. Orangtua si anak lalu mengundang mereka untuk makan malam bersama di rumah mereka. 

"Ini latihan yang bagus untuk membangun relasi dan berkomunikasi dengan banyak orang. Kami banyak belajar tentang kemanusiaan dan sisi terbaik dari manusia," tutur Colver.

Dan persis itulah makna perjalanan ini bagi mereka, yaitu bagaimana mereka menghabiskan banyak waktu berkualitas bersama. 

Dua Bocah Nekat Bersepeda dari Pemalang Cari Orangtua di Jakarta

Lebih dari sekedar hadiah secara fisik berupa barang, Colver yakin jauh lebih baik memberi hadiah berupa kehadiran.

Hadir dan memberi perhatian penuh diyakininya merupakan hadiah terbesar orang tua dalam hidup anak.  

Menurut Colver, bersepeda membelah AS dengan anaknya adalah salah satu hal terbaik untuk memberi hadiah tersebut. 

"Kami jadi sahabat terbaik buat satu sama lain. Saya lebih banyak belajar mengenal dia dan dia juga belajar mengenal saya," tutur Colver. 

 
Penulis: Max Agung Pribadi
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved