Breaking News:

Pilpres 2019

Analisis Peneliti LIPI: Penembak Korban Tewas Kerusuhan 21-22 Mei Beraksi Sambil Tiarap

PENELITI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Profesor Hermawan Sulistyo mengungkapkan analisisnya soal kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Editor: Yaspen Martinus
tangkap layar Kompas TV
Pengamat politik Hermawan Sulistyo 

"Yang paling masuk akal, tidak dieksekusi di sana, karena tiba-tiba ada mayat," beber Hermawan Sulistyo.

Kapolri Larang Aksi Unjuk Rasa di Depan Gedung MK Saat Sidang Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2019

Lantas, Aiman melempar sebuah pertanyaan.

"Ini bagaimana, mereka di lokasi Petamburan, lalu dibawa, dieksekusi, kemudian dikembalikan lagi di Petamburan sudah jadi mayat?" tanya Aiman.

Hermawan Sulistyo lantas mengatakan yang paling memungkinkan, korban tidak dieksekusi di Petamburan.

Petugas PPSU Cantik Ini Diserempet Pemotor Saat Sapu Jalan, Wajahnya Lecet dan Memar

"Ini menyulitkan penyidikan, karena tidak ada jejaknya," ucap Hermawan Sulistyo.

"Jadi ada skenario ada yang tewas, dieksekusi di tempat lain bukan di Petamburan. Lalu ada video seolah-olah korban padahal itu bukan korban?"

"Itu tujuannya apa? Kerusuhan ini apa yang akan disasar?" tanya Aiman.

Minta Pendukung 02 Turuti Imbauan Prabowo Jangan Demo, Luhut Panjaitan: Ini Bukan Negeri Satu Orang

Hermawan Sulistyo  lantas menyebutkan analisisnya.

"Logikanya mudah. Pertama, seandainya kalau saya berkepentingan kekuasaan politik yang tidak bisa rebut secara normal, melalui demokrasi," urai Hermawan Sulistyo.

"Kedua, orang-orang yang memiliki kepentingan dengan kekuasaan yang baru. Siapa pun penguasa itu, orang-orang ini seperti orang-orang yang korupsi."

Kuasa Hukum Protes Ratna Sarumpaet Dituntut Hukuman Lebih Berat dari Koruptor

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved