Breaking News:

Pilpres 2019

Analisis Peneliti LIPI: Penembak Korban Tewas Kerusuhan 21-22 Mei Beraksi Sambil Tiarap

PENELITI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Profesor Hermawan Sulistyo mengungkapkan analisisnya soal kerusuhan 21-22 Mei 2019.

Editor: Yaspen Martinus
tangkap layar Kompas TV
Pengamat politik Hermawan Sulistyo 

"Karena lukanya dari bawah, terus naik sampai ke hampir bahu. Dari posisi apa orang menembak bisa menimbulkan luka dari bawah ke atas?" ulas Hermawan Sulistyo.

Hermawan Sulistyo lantas mengatakan bahwa menurutnya tidak mungkin penembak melakukan tembakan dengan poisisi tiarap di tengah kerusuhan.

Setya Novanto Sakit Sejak Pindah ke Lapas Gunung Sindur, Menkumham: Konsekuensi Pelanggaran Disiplin

"Artinya di tengah kerusuhan enggak mungkin orang itu menembak, pasti penembak itu keinjak-injak," beber Hermawan Sulistyo.

"Jadi ditembak di tempat yang kosong?" tanya Aiman.

Hermawan Sulistyo lantas mengatakan bahwa hal tersebut adalah analisisnya.

Menkumham Bilang Napi Koruptor Bakal Merdeka dan Pesta Pora Jika Dipindahkan ke Nusakambangan

"Ini analisis lho ya, bukan fakta. Minimal sebagian dieksusi di tempat yang lain lalu di bawa ke situ."

"Biasanya sembilan dari 10 kasus, kalau meninggal di lokasi kejadian, pasti ada yang merekam lalu viral, biar ada emosi publik yang marah."

"Karena ada rekamannya. Ini enggak ada, bahkan yang bawa mayatpun tidak ada," sambungnya.

Tito Karnavian Jelaskan Alasan Mengapa KPK Butuh Polri untuk Berantas Korupsi di Tanah Air

Hermawan Sulistyo mengatakan, yang ditahu masyarakat, korban dari lokasi kerusuhan sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

"Sebagian orang tahu sudah dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved